19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka
HARIANFLORES.COM, LARANTUKA - Persaingan memperebutkan gelar juara El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV 2026 di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menunjukkan geliatnya.
Sebanyak 19 tim sepak bola dari berbagai kabupaten dan kota di NTT telah menyatakan kesiapan untuk ambil bagian dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di provinsi tersebut.
Selain persaingan antarklub, penyelenggaraan ETMC XXXV 2026 juga dipastikan menghadirkan sejumlah agenda istimewa.
Mulai dari keterlibatan lebih dari 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, pengunduran jadwal kick-off, hingga rencana mengarak trofi pertama El Tari Cup yang memiliki nilai sejarah besar bagi masyarakat Flores Timur.
Ketua Panitia Pelaksana ETMC XXXV 2026, Yitno Woda, mengatakan hingga Senin (2/11/2026), sebanyak 20 tim sebelumnya telah menyatakan kesiapan mengikuti turnamen tersebut.
Namun, satu tim, yakni Persena Nagekeo, kemudian mengundurkan diri sehingga jumlah peserta yang tersisa menjadi 19 tim.
Meski demikian, peluang bertambahnya peserta masih terbuka. Salah satu tim yang berpotensi kembali meramaikan kompetisi adalah Persami Maumere dari Kabupaten Sikka.
"20 tim siap ikut ETMC Flores Timur, ada tambahan mungkin Persami dengar-dengar isu yang terupdate, Persami mau ikut lagi," ungkap Yitno saat diwawancarai, Senin (2/11/2026) pagi.
Berdasarkan data panitia, peserta yang telah menyatakan kesiapan terdiri dari 14 tim perserikatan dan enam klub mandiri sebelum adanya pengunduran diri Persena Nagekeo.
Dari kelompok perserikatan, Kabupaten Flores Timur sebagai tuan rumah akan diwakili Perseftim. Tim kebanggaan masyarakat Flores Timur tersebut tentu memiliki motivasi tersendiri untuk menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan pendukung sendiri.
Selain Perseftim, sejumlah daerah lain di NTT juga telah menyatakan kesiapan mengirimkan wakilnya.
Berikut daftar 14 tim perserikatan yang masuk dalam data kesiapan awal panitia:
PERSEMATIM Manggarai Timur – Kabupaten Manggarai Timur.
Sementara itu, enam klub mandiri yang sebelumnya menyatakan kesiapan mengikuti ETMC XXXV 2026 adalah:
Flores United FC – Kabupaten Ende.
Dengan mundurnya Persena Nagekeo, jumlah peserta yang tersisa menjadi 19 tim. Panitia juga masih membuka peluang keikutsertaan Persami Maumere apabila tim asal Kabupaten Sikka tersebut benar-benar memastikan diri tampil.
Kehadiran tim-tim dari berbagai kabupaten dan kota di NTT diharapkan membuat persaingan ETMC XXXV 2026 berlangsung semakin kompetitif sekaligus menjadi ajang pembuktian kualitas sepak bola daerah.
Tidak hanya berfokus pada persiapan pertandingan dan peserta, panitia ETMC XXXV 2026 juga memberikan perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Hingga saat ini, lebih dari 100 pelaku UMKM di Flores Timur telah terdaftar untuk ikut memeriahkan turnamen tersebut.
Panitia akan menyediakan fasilitas berupa tenda atau ruang khusus bagi para pedagang lokal untuk menjajakan berbagai produk dan dagangan mereka selama penyelenggaraan kompetisi.
Menariknya, para pelaku UMKM tersebut tidak akan dikenakan biaya untuk menempati lokasi berjualan yang telah disiapkan panitia.
Yitno Woda menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen panitia untuk menjadikan ETMC bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai momentum menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Ada 100 lebih UMKM yang sudah terdaftar, mereka ini kami siapkan space/tenda jualan dan kami meringkan mereka tidak dipungut biaya karena panitia lebih kepada semangat pemberdayaan sehingga kita tidak ingin membebankan mereka," jelasnya.
Melalui keterlibatan lebih dari 100 UMKM, panitia berharap kehadiran ribuan penonton, pemain, ofisial, dan pendukung dari berbagai daerah dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Flores Timur.
Dengan demikian, ETMC XXXV 2026 tidak hanya menjadi panggung persaingan sepak bola antarkabupaten, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat lokal untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan turnamen.
Di tengah persiapan menyambut kedatangan para peserta, panitia juga mengumumkan perubahan jadwal pertandingan.
Kick-off ETMC XXXV 2026 yang semula direncanakan berlangsung pada 14 November 2026 resmi diundur menjadi 17 November 2026.
Perubahan tersebut dilakukan setelah panitia mempertimbangkan sejumlah aspek teknis demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Salah satu pertimbangan utama adalah aktivitas keagamaan di Gereja Katedral Larantuka yang lokasinya berdekatan dengan Stadion Ile Mandiri, tempat yang akan digunakan sebagai venue utama pertandingan.
Penyesuaian jadwal ini diharapkan tidak mengganggu aktivitas peribadatan maupun kegiatan masyarakat di sekitar stadion.
Panitia berharap perubahan tersebut justru membuat pelaksanaan ETMC XXXV 2026 berlangsung lebih tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Salah satu agenda paling istimewa dalam pembukaan ETMC XXXV 2026 di Flores Timur adalah rencana mengarak trofi pertama El Tari Cup mengelilingi Kota Larantuka.
Trofi bersejarah berbahan tembaga tersebut merupakan piala yang pernah diraih Perseftim Flores Timur sebagai juara pertama turnamen El Tari Cup.
Meski terdapat perbedaan catatan mengenai tahun keberhasilan Perseftim meraih gelar perdana, sejumlah versi menyebutkan prestasi bersejarah tersebut terjadi pada 1968, sementara versi lainnya mencatat tahun 1969.
Ketua Panitia Pelaksana ETMC XXXV 2026, Yitno Woda, mengatakan kehadiran trofi pertama tersebut menjadi bagian penting dari upaya menghidupkan kembali sejarah kejayaan sepak bola Flores Timur.
Menurutnya, penyelenggaraan ETMC di Flores Timur bukan sekadar agenda kompetisi olahraga, melainkan juga momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang turnamen yang telah menjadi kebanggaan masyarakat NTT.
Yitno menjelaskan, El Tari Cup sejak awal dirancang oleh almarhum Gubernur El Tari sebagai sarana mempersatukan masyarakat NTT melalui sepak bola.
"ETMC inikan didesign oleh almarhum Gubernur El Tari untuk mempersatukan masyarakat NTT melalui sepakbola jadi dia punya catatan tersendiri, kita di Flores Timur itu setelah 56 tahun baru jadi tuan rumah lagi setelah tahun 1970 kita tuan rumah, dan piala tetap El Tari sebelum menjadi ETMC itu piala pertamanya ada di Flores Timur, rencananya piala itu akan kita sandingkan piala yang sekarang pada saat acara pembukaan," jelas Yitno.
Menurut Yitno, Flores Timur memiliki catatan sejarah yang membanggakan dalam perjalanan El Tari Cup. Perseftim tercatat pernah tiga kali menjuarai turnamen tersebut sehingga keberadaan trofi tetap pertama memiliki nilai historis tersendiri bagi masyarakat setempat.
Trofi berbahan tembaga itu nantinya direncanakan diarak mengelilingi Kota Larantuka. Bahkan, panitia memiliki rencana membawa trofi bersejarah tersebut hingga ke Pulau Adonara dan Solor apabila memungkinkan dari sisi waktu serta kesiapan pelaksanaan.
"Tujuannya untuk membangkitkan gairah dan spirit dan mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa Flores Timur pernah punya sejarah menorehkan tinta emas di sepakobola NTT dengan tiga menjuarai El Tari Cup sehingga piala tetap itu ada di kita," ujarnya.
Rencana arak-arakan tersebut diharapkan dapat membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat Flores Timur terhadap prestasi sepak bola daerah, sekaligus memperkenalkan sejarah kejayaan Perseftim kepada generasi muda.
Tidak hanya menghadirkan trofi pertama El Tari Cup, panitia ETMC XXXV 2026 juga berencana mengundang sejumlah legenda Perseftim yang masih hidup dan pernah menjadi bagian dari keberhasilan merebut trofi bersejarah tersebut.
Kehadiran para mantan pemain itu diharapkan menjadi momen penghormatan kepada para tokoh sepak bola yang telah mengukir prestasi serta meletakkan fondasi perjalanan Perseftim di kancah sepak bola NTT.
Agenda ini sekaligus menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal sosok-sosok yang pernah membawa nama Flores Timur mencapai kejayaan dalam kompetisi sepak bola tingkat provinsi.
Selain itu, panitia juga akan mengundang perwakilan PSN Ngada sebagai juara ETMC XXXIV untuk menyerahkan trofi bergilir kepada panitia penyelenggara.
Penyerahan trofi tersebut merupakan bagian dari tradisi pergantian pemegang gelar juara sekaligus menandai dimulainya persaingan baru dalam perebutan supremasi sepak bola antarkabupaten di NTT.
Sebagai informasi, trofi bergilir ETMC yang digunakan saat ini terbuat dari kayu cendana asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Trofi tersebut dilapisi emas dengan berat satu kilogram yang merupakan sumbangan dari Bank NTT.
Sementara itu, PSN Ngada dipastikan tidak ambil bagian dalam kompetisi ETMC XXXV 2026 di Flores Timur. Tim asal Kabupaten Ngada tersebut tidak mengikuti turnamen karena telah mendapatkan promosi ke Liga 3 Nasional.
Dengan berbagai agenda yang telah disiapkan, ETMC XXXV 2026 di Flores Timur diproyeksikan menjadi salah satu penyelenggaraan yang memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi sepak bola.
Di satu sisi, turnamen ini akan menjadi arena bagi 19 tim yang telah menyatakan kesiapan untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Di sisi lain, keterlibatan lebih dari 100 UMKM lokal menunjukkan bahwa penyelenggaraan ETMC juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Setelah kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah terakhir kali menyelenggarakan turnamen tersebut pada 1970, Flores Timur kini memiliki kesempatan menghadirkan kembali atmosfer sepak bola yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah daerah itu.
Kick-off yang dijadwalkan berlangsung pada 17 November 2026 diharapkan menjadi awal dari perhelatan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga penuh nilai sejarah, kebersamaan, dan kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur.