Maumere, NTT · 4 November 2026 2 online · 82 hari ini
Terbaru
Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Sawah Terendam Banjir, Petani Tou Timur di Ende Berharap Penanganan Permanen dari Pemerintah • Askab PSSI Ende Tunjuk Cicih M. Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flotim • Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Sawah Terendam Banjir, Petani Tou Timur di Ende Berharap Penanganan Permanen dari Pemerintah • Askab PSSI Ende Tunjuk Cicih M. Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flotim •
Hukrim

Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar

Redaksi  ·   ·  49 dibaca
Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar

HARIANFLORES.COM, MAUMERE - Proyek penyediaan air bersih menggunakan teknologi Watergen di Desa Semparong (Samparong), Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini memasuki babak serius.

Watergen adalah inovasi teknologi dari perusahaan asal Israel yang dirancang untuk menghasilkan air minum bersih berkualitas tinggi langsung dari udara.

Teknologi ini bekerja menggunakan prinsip Atmospheric Water Generation (AWG), yaitu mengekstraksi kelembapan dan uap air yang ada di atmosfer untuk diubah menjadi air siap konsumsi.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka tengah melakukan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek yang bersumber dari Dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka tersebut.

Proyek yang dikerjakan pada tahun anggaran 2022 itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp2.294.430.005 atau sekitar Rp2,29 miliar.

Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor MN (CV. P T) dengan masa kontrak awalnya diperpanjang melalui tiga kali adendum hingga 10 Oktober 2023.

Namun, pelaksanaannya diduga menyimpan sejumlah persoalan, mulai dari rendahnya progres pekerjaan hingga indikasi penggelembungan harga dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) mesin Watergen.

Dalam proses penyidikan, Kejari Sikka bahkan telah melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPR dan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sikka pada Selasa, 3 November 2026.

Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mengamankan sejumlah dokumen yang dinilai berkaitan dengan proses pengadaan dan pelaksanaan proyek penyediaan air bersih tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Aditya Pratama, dalam keterangannya yang diterima media ini, Selasa (3/11/2026) malam, menjelaskan bahwa kegiatan penggeledahan tersebut masih merupakan bagian dari rangkaian proses penyidikan.

Menurut Aditya, penyidik masih mendalami berbagai aspek terkait pelaksanaan proyek, termasuk menghitung potensi kerugian keuangan negara.

"Kegiatan hari ini masih dalam rangkaian penyidikan, sedangkan untuk kerugian negara masih dalam proses, dugaan perhitungan sementara kurang lebih 1,5 milyar rupiah," ungkap Aditya.

Persoalan proyek Watergen ini bukan baru muncul dalam proses penyidikan. Sejak tahap pelaksanaan, proyek tersebut telah menghadapi persoalan terkait realisasi pekerjaan.

Berdasarkan data yang dihimpun, hingga Mei 2023, progres fisik pekerjaan dilaporkan baru mencapai 8 persen.

Padahal, proyek tersebut telah memiliki masa pelaksanaan kontrak yang kemudian diperpanjang melalui tiga kali adendum, dengan batas akhir pelaksanaan hingga 10 Oktober 2023.

Rendahnya progres pekerjaan tersebut menjadi salah satu fakta penting dalam menelusuri bagaimana pelaksanaan proyek bernilai miliaran rupiah itu berjalan.

Penyidik kini mendalami berbagai dokumen administrasi, perencanaan anggaran, pengadaan mesin Watergen, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian penyidik adalah dugaan penggelembungan harga atau mark-up dalam penyusunan HPS dan RAB mesin Watergen. (*) .

Bagikan: