Bawa 500 Sak Semen, Lima Purnawirawan Jenderal TNI Bantu Pemulihan Korban Gempa Flores di Ende
HARIANFLORES.COM, ENDE – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa Flores, 15 Agustus 2026 lalu, ditunjukkan Yayasan Swantantra Pangan Nusantara (YSPN).
Lima purnawirawan jenderal TNI yang tergabung dalam pengurus YSPN bersama Pembina YSPN, Yuni Asri Srinarjo, turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Kabupaten Ende.
Kehadiran mereka tidak sekadar membawa bantuan, tetapi juga melihat langsung kondisi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa. Ratusan sak semen dan sejumlah bahan bangunan disalurkan untuk membantu proses rehabilitasi rumah ibadah maupun rumah warga yang terdampak.
Kelima purnawirawan jenderal TNI tersebut masing-masing Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, Marsdya TNI (Purn) Daryatmo, S.IP., Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, S.H., M.H., Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto, MBA, serta Marsda TNI (Purn) Dr. Syamsunasir, S.Sos., M.M.
Pada Jumat (18/9/2026), rombongan didampingi Wakil Bupati Ende, drg. Dominikus Minggu Mere, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende mengunjungi Gereja Katolik Santa Maria Imakulata Ndona, Kevikepan Ende, Keuskupan Agung Ende.
Di tempat tersebut, YSPN secara simbolis menyerahkan bantuan sebanyak 500 sak semen beserta bahan bangunan untuk mendukung pembangunan kembali tiga gereja yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Ketiga gereja tersebut yakni Gereja Katolik Paroki Santo Martinus Roworeke, Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Xaverius Wolotopo, dan Gereja Katolik Santa Maria Imakulata Ndona.
Setibanya di Gereja Katolik Santa Maria Imakulata Ndona, rombongan disambut Vikaris Episkopal (Vikep) Ende, RD. Frederikus B. Wea Dopo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Camat Ndona, Kapolsek Ndona, serta lurah setempat.
Usai ramah tamah, rombongan bersama Pembina YSPN Yuni Asri Srinarjo meninjau langsung kondisi bangunan Gereja Katolik Santa Maria Imakulata Ndona dan rumah pastoran yang mengalami kerusakan berat akibat gempa.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya YSPN untuk melihat secara langsung kebutuhan masyarakat dan fasilitas umum yang terdampak bencana.
Mayjen TNI (Purn) Sudrajat mengatakan, bantuan yang disalurkan YSPN tidak hanya ditujukan untuk rehabilitasi rumah ibadah, tetapi juga membantu masyarakat yang rumah tinggalnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Menurutnya, bantuan yang diberikan memang tidak besar, namun merupakan bentuk kepedulian dan upaya yayasan untuk ikut membantu masyarakat bangkit setelah bencana.
"Tidak banyak tetapi kita berusaha untuk membantu membangun kembali gereja dan rumah-rumah yang rusak akibat bencana, kami dari yayasan sangat prihatin," ujar Sudrajat usai meninjau kondisi rumah pastoran Gereja Katolik Santa Maria Imakulata Ndona yang rusak berat.
Ia berharap bantuan tersebut dapat ikut meringankan beban masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.
Sementara itu, Wakil Bupati Ende drg. Dominikus Minggu Mere menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YSPN atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Ende.
Menurut Domi Mere, kunjungan lima purnawirawan jenderal TNI bersama Pembina YSPN Yuni Asri Srinarjo merupakan bentuk kunjungan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
"Bantuan untuk tiga gereja ini sifatnya bantuan sementara, tadi ibu pembina sampaikan bahwa kalau ada informasi tentang bangunan lain yang butuh bantuan semen bisa dikoordinasikan lagi," ujarnya.
Selain membantu rehabilitasi rumah ibadah dan rumah warga, YSPN juga berencana mengembangkan program padi hibrida di wilayah Kecamatan Detusoko dan Kecamatan Wewaria.
Menurut Domi Mere, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Ende.
Setelah meninjau kondisi Gereja Katolik Santa Maria Imakulata Ndona dan rumah pastoran yang mengalami kerusakan berat, rombongan YSPN melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Detusoko.
Di wilayah tersebut, YSPN menyerahkan bantuan dalam rangka Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah.
Bantuan diberikan kepada perwakilan SDK Marsudirini, SMPK Marsudirini, dan SMAN Detusoko.
Selain bantuan untuk mendukung program pangan berbasis sekolah, YSPN juga menyalurkan bantuan berupa 500 kilogram beras kepada masyarakat.
Bantuan pertanian yang diserahkan meliputi bibit cabai, bibit terong, bibit padi, polybag, serta pupuk cair.