Gunung Iya di Ende Masih Berstatus Waspada, Dua Gempa Terasa Terekam dalam Sehari
HARIANFLORES.COM, ENDE - Aktivitas Gunung Iya di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, masih berada pada Level II (Waspada) berdasarkan laporan aktivitas gunungapi periode pengamatan 18 September 2026 pukul 00.00–24.00 WITA.
Laporan yang disusun Ahmad Yani dari Pos Pengamatan Gunungapi Iya, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mencatat sejumlah aktivitas kegempaan di Gunung Iya sepanjang periode pengamatan.
Dari hasil pemantauan, tercatat 4 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 4,76–13,51 mm, waktu S-P 1,73–3,08 detik, dan durasi 17,89–25,49 detik.
Selain itu, terjadi 5 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 2,42–7,1 mm. Gempa tersebut memiliki waktu S-P 4,59–9,51 detik dan durasi 29,3–46,39 detik.
Petugas juga merekam 2 kali gempa terasa dengan amplitudo 39,1–45 mm. Gempa tersebut memiliki waktu S-P 12,15–18,51 detik dan durasi 66,44–213,34 detik. Intensitas gempa tercatat II MMI.
Sementara itu, aktivitas kegempaan juga didominasi oleh 18 kali gempa tektonik jauh, dengan amplitudo 2,25–39,28 mm, waktu S-P 10,39–18,8 detik, serta durasi 37,54–78,29 detik.
Dari pengamatan visual, kondisi Gunung Iya terpantau jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah masih terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis.
Ketinggian asap kawah teramati sekitar 50–100 meter di atas puncak kawah.
Kondisi meteorologi selama periode pengamatan dilaporkan cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang dengan arah bervariasi, yakni ke timur laut, tenggara, selatan, barat daya, dan barat.
Suhu udara tercatat berada pada kisaran 23–29,7 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 62–79,4 persen. Sementara tekanan udara berada pada kisaran 756,81–759,06 mmHg.
Dalam laporan tersebut, tidak terdapat keterangan lain yang dicatat atau nihil.
Meskipun kondisi visual menunjukkan asap kawah berwarna putih tipis dengan tekanan lemah, status aktivitas Gunung Iya masih berada pada Level II (Waspada).
PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Iya serta pengunjung atau wisatawan untuk tidak mendekati kawasan dan tidak melakukan aktivitas, baik di darat maupun di laut, dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Iya.
Masyarakat juga diminta tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah. Area tersebut perlu dihindari untuk mengantisipasi potensi bahaya yang ditimbulkan oleh gas beracun.