Kunjungi Detusoko, YSPN Dorong Pelajar Ende Pahami Pentingnya Pangan
HARIAN FLORES.COM - ENDE— Yayasan Swasembada Pangan Nusantara (YSPN) mendorong para pelajar di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memahami pentingnya pangan sejak usia dini.
Pesan tersebut disampaikan YSPN saat melakukan kunjungan dan sosialisasi Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah dan Rakyat di Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Jumat (18/9/2026).
Rombongan YSPN yang terdiri dari sejumlah jenderal TNI purnawirawan tersebut didampingi Wakil Bupati Ende Domi Mere dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende Gadir Dean.
Kegiatan itu dihadiri penyuluh pertanian, petani serta para pelajar dari SD, SMP Marsudirini dan SMA Negeri Detusoko.
Ketua YSPN, Marsdya TNI (Purn) Daryatmo, S.IP., mengatakan kunjungan ke Kabupaten Ende merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi program swasembada pangan yang telah dilakukan YSPN di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Daryatmo, keterlibatan sekolah dan pelajar dalam program tersebut penting untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai pangan.
"Kita keliling sosialisasi untuk tanamkan nilai kepada anak-anak betapa pentingnya pangan. Kita ingin anak-anak memiliki kesadaran akan pangan sejak dini," kata Daryatmo.
Ia mengatakan, persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sumber daya manusia yang akan mengelola sektor pertanian pada masa mendatang.
Karena itu, YSPN juga memberikan perhatian terhadap regenerasi petani. Menurut Daryatmo, perkembangan pertanian modern membutuhkan generasi petani yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi.
"Kita juga lihat ada krisis petani maka harus ada regenerasi. Ke depannya sistem pertanian kita sudah modern maka butuh petani yang memiliki SDM," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, YSPN juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan benih padi hibrida unggulan kepada petani dan pelajar yang hadir.
Daryatmo menjelaskan, benih padi hibrida tersebut telah melalui uji coba di daerah lain dan mampu menghasilkan produksi hingga sekitar 11 ton per hektare.
YSPN berharap benih tersebut dapat memberikan hasil yang baik ketika diuji coba di Kabupaten Ende. YSPN juga menyiapkan apresiasi bagi petani apabila hasil produksi benih tersebut mampu mencapai lebih dari 9 ton per hektare.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Dean, mengatakan Kabupaten Ende memiliki lebih dari 4.000 hektare sawah irigasi yang saat ini telah ditanami.
Gadir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YSPN atas bantuan benih padi yang diberikan kepada petani di Ende.
Menurutnya, benih tersebut akan terlebih dahulu diuji coba untuk mengetahui tingkat kecocokannya dengan kondisi lahan pertanian di Kabupaten Ende.
"Kita uji coba dulu dengan standar yang diberikan kepada kita, 9 ton per hektare. Kalau lebih maka jenis padi ini cocok di daerah kita," tandas Gadir.
Ia mengatakan, hasil uji coba tersebut nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan potensi pengembangan varietas padi tersebut di wilayah Kabupaten Ende.
Kunjungan YSPN ke Detusoko Barat sekaligus menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah dan Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui program tersebut, YSPN tidak hanya mendorong peningkatan produksi pangan, tetapi juga berupaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pangan serta mendorong lahirnya regenerasi petani yang mampu menghadapi perkembangan pertanian modern. *(WA)