Dua Warga NTT Tewas Ditembak di Papua, PMKRI Maumere Minta Negara Lindungi Warga Sipil
HARIANFLORES.COM, MAUMERE – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere mengutuk keras aksi penembakan yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Dari tiga korban tersebut, dua di antaranya merupakan warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni drh. Alfonsius Albinus Mehan, warga Kabupaten Sikka, dan Wili Mbuik, warga Kabupaten Rote Ndao.
Keduanya berada di Papua Pegunungan dalam rangka menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi PMKRI Cabang Maumere, penembakan tersebut tidak dapat dipandang sebagai tindak kekerasan biasa. Aksi penembakan terhadap aparatur negara yang sedang menjalankan tugas dinilai menunjukkan adanya ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat sipil sekaligus keberlangsungan pelayanan publik di wilayah yang masih menghadapi konflik bersenjata.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Maumere, Melki Bata, mendesak Kapolri dan Panglima TNI untuk turun tangan secara serius guna memastikan para pelaku segera diburu, ditangkap, diproses secara hukum, dan diadili.
“Negara tidak boleh kalah dan takut terhadap kekerasan bersenjata. Kalau warga sipil dan aparatur negara dapat dibunuh ketika menjalankan tugas, maka negara harus menjawabnya dengan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan,” tegas Melki Bata melalui pernyataan sikap yang diterima media ini, Minggu (13/9/2026).
PMKRI Maumere juga meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan pelaku. Aparat didesak mengungkap secara menyeluruh motif penembakan, jaringan yang terlibat, pihak-pihak yang membantu, serta seluruh rangkaian aksi kekerasan yang berkaitan dengan kasus tersebut, apabila terbukti berdasarkan hasil penyidikan.
Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere, Rito Naga, menilai peristiwa tersebut menjadi alarm serius bagi negara.
Menurut Rito, keselamatan masyarakat sipil dan aparatur negara yang sedang menjalankan tugas tidak boleh menjadi taruhan dalam situasi konflik bersenjata.
“Negara tidak boleh hadir hanya setelah korban berjatuhan. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas. Pemerintah dan aparat keamanan harus memastikan setiap warga negara yang menjalankan tugas dan pelayanan di wilayah konflik mendapatkan perlindungan,” ujar Rito.
Rito menegaskan, kasus penembakan tersebut tidak boleh berhenti sebagai pemberitaan sesaat tanpa adanya pertanggungjawaban.
“Kami tidak ingin kasus ini berhenti sebagai berita hari ini lalu dilupakan besok. Harus ada tindakan nyata, pertanggungjawaban hukum, dan evaluasi terhadap sistem keamanan di wilayah rawan konflik. Negara harus membuktikan bahwa hukum masih memiliki kekuatan untuk melindungi rakyat,” tegasnya.
PMKRI Maumere juga menegaskan akan mengawal perkembangan kasus tersebut, terlebih karena dua dari tiga korban merupakan warga NTT.
Rito mengatakan, gugurnya dua warga NTT ketika sedang menjalankan tugas di Papua menjadi duka bersama yang harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
“Dua warga NTT gugur ketika menjalankan tugas di tanah Papua. Duka keluarga korban adalah duka kita bersama. Karena itu, kami meminta keadilan tidak berhenti pada ucapan belasungkawa. Pelaku harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum,” ujarnya.
Dalam pernyataan sikapnya, PMKRI Cabang Maumere menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan aparat keamanan.
Pertama, Kapolri dan Panglima TNI diminta turun tangan untuk memastikan pengejaran dan penangkapan terhadap para pelaku.
Kedua, PMKRI meminta aparat mengusut tuntas motif, kronologi, jaringan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.
Ketiga, setiap pelaku yang terbukti bersalah harus ditangkap, diproses secara hukum, dan diadili sesuai ketentuan yang berlaku.
Keempat, negara diminta memastikan keamanan masyarakat sipil dan aparatur negara yang menjalankan tugas di wilayah rawan konflik.
Kelima, pemerintah diminta memastikan hak-hak keluarga korban terpenuhi, termasuk pendampingan yang diperlukan oleh negara.
PMKRI Cabang Maumere turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga seluruh korban. Organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum dan perkembangan kasus penembakan tersebut.