Maumere, NTT · 4 November 2026 9 online · 96 hari ini
Terbaru
Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Sawah Terendam Banjir, Petani Tou Timur di Ende Berharap Penanganan Permanen dari Pemerintah • Askab PSSI Ende Tunjuk Cicih M. Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flotim • Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Sawah Terendam Banjir, Petani Tou Timur di Ende Berharap Penanganan Permanen dari Pemerintah • Askab PSSI Ende Tunjuk Cicih M. Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flotim •
Nasional

PELNI Siapkan KM Egon Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende

Redaksi  ·   ·  358 dibaca
PELNI Siapkan KM Egon Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende

HARIAN FLORES. COM, JAKARTA –
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero menyiapkan KM Egon sebagai kapal alternatif untuk melayani penumpang yang terdampak insiden benturan KM Lawit dengan dermaga saat melakukan olah gerak di Pelabuhan Ippi, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (29/10/2026).

Langkah tersebut dilakukan setelah insiden KM Lawit yang menyebabkan terganggunya pelayanan pelayaran pada rute yang dilayani kapal tersebut.

Dalam keterangan pers yang diterima media ini, Jumat (30/10/2026), PELNI menyebutkan KM Lawit saat kejadian membawa 1.146 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 317 penumpang turun di Pelabuhan Ende.

Sementara itu, perjalanan 379 penumpang yang semula dijadwalkan naik dari Pelabuhan Ende terpaksa dibatalkan. Sebagai bentuk tanggung jawab kepada penumpang, PELNI memberikan pengembalian dana tiket atau refund sebesar 100 persen.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang akibat insiden tersebut.

Menurutnya, perusahaan terus berupaya menyiapkan alternatif transportasi agar perjalanan penumpang lanjutan tetap dapat dilayani.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan akibat insiden ini. Kami berupaya menyiapkan alternatif transportasi agar perjalanan penumpang lanjutan tetap dapat dilayani," ujar Ditto.

Untuk memastikan kelanjutan perjalanan penumpang, PELNI telah mengajukan permohonan deviasi atau perubahan rute KM Egon kepada Kementerian Perhubungan.

KM Egon akan melakukan deviasi dengan menyinggahi sejumlah pelabuhan, yakni Ende, Lewoleba, dan Kupang sebelum kembali ke Pelabuhan Waingapu.

Ditto menjelaskan, KM Egon dijadwalkan kembali melayani rute regulernya pada Senin, 2 November 2026, setelah menyelesaikan tugas perbantuan tersebut.

PELNI juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan RI dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat atas dukungan dan persetujuan deviasi KM Egon untuk membantu mobilisasi penumpang eks KM Lawit.

Di sisi lain, PELNI terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau proses perbaikan KM Lawit. Perusahaan berkomitmen menyampaikan perkembangan informasi kepada masyarakat berdasarkan hasil verifikasi dan koordinasi di lapangan.

"Keselamatan penumpang dan kru kapal tetap menjadi prioritas utama kami. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan bagi penumpang terdampak," katanya.

PELNI juga mengimbau penumpang yang terdampak agar mengikuti informasi dan arahan resmi perusahaan terkait perubahan jadwal serta pengaturan perjalanan selanjutnya.

Sebagai informasi, KM Lawit merupakan salah satu kapal penumpang milik PELNI yang melayani rute Kumai–Surabaya–Benoa–Bima–Waingapu–Ende–Lewoleba–Kupang–Rote pulang pergi (PP).

Sementara itu, PELNI saat ini mengoperasikan 83 kapal yang terdiri atas 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, sembilan kapal tol laut, dan satu kapal ternak untuk melayani kebutuhan transportasi laut masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.*(EB)

Bagikan: