PMKRI Maumere Gelar Mimbar Bebas, Soroti Dana Gempa Hingga Kasus Penembakan drh. Alfonsius Mehan
HARIANFLORES.COM, MAUMERE – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere menggelar mimbar bebas di depan Gelora Samador, Maumere, Selasa (15/9/2026).
Aksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai menyangkut kepentingan masyarakat, khususnya terkait penanganan bencana gempa di Flores dan penegakan hukum atas kasus penembakan dokter hewan asal Kabupaten Sikka, drh. Alfonsius Mehan.
Mimbar bebas yang digelar mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Maumere, Melki Bata mengatakan, dalam aksi tersebut, PMKRI mengangkat tema “Kawal Bantuan Rakyat, Tuntut Keadilan: Transparansi Dana Gempa dan Usut Tuntas Penembakan Dokter Hewan Asal Sikka.”
Melalui aksi tersebut, tegas Melki, PMKRI Maumere menempatkan transparansi pengelolaan bantuan bencana dan penegakan hukum sebagai dua isu utama yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum.
Ia menilai masyarakat berhak mengetahui secara terbuka mengenai bantuan yang telah diterima pemerintah untuk penanganan dampak gempa, termasuk proses distribusi dan penggunaan anggaran.
Selain persoalan bantuan gempa, PMKRI Maumere, kata Melki juga mendesak agar kasus penembakan drh. Alfonsius Mehan mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum.
Dalam tuntutannya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Maumere mendesak Pemerintah Kabupaten Sikka untuk segera membuka data bantuan gempa yang masuk kepada publik.
PMKRI Maumere meminta pemerintah menjelaskan secara transparan bantuan yang telah diterima, bagaimana bantuan tersebut didistribusikan, siapa saja penerimanya, serta ke mana bantuan tersebut dialokasikan.
PMKRI Maumere juga menyoroti sisa anggaran sebesar Rp20 miliar dari pemerintah pusat. Mereka mendesak agar informasi mengenai keberadaan dan peruntukan sisa anggaran tersebut dibuka kepada masyarakat.
Menurut PMKRI Maumere, keterbukaan informasi mengenai bantuan dan anggaran bencana penting agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas proses pengelolaan bantuan serta memastikan bantuan benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat yang terdampak.
Tuntutan kedua berkaitan dengan kasus penembakan dokter hewan asal Sikka, drh. Alfonsius Mehan.
PMKRI Maumere meminta Pemerintah Kabupaten Sikka dan DPRD Kabupaten Sikka untuk menyurati Presiden Prabowo Subianto secara kelembagaan.
Surat tersebut, menurut tuntutan PMKRI Maumere, ditujukan untuk meminta Presiden segera mengeluarkan perintah kepada Kapolri dan Panglima TNI agar memburu pelaku penembakan drh. Alfonsius Mehan.
PMKRI Maumere menilai pengusutan kasus tersebut harus dilakukan secara serius dan tuntas sehingga pelaku dapat ditemukan serta diproses sesuai hukum yang berlaku.
Melalui mimbar bebas tersebut, PMKRI Cabang Maumere menegaskan perannya sebagai organisasi mahasiswa yang melakukan kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah maupun persoalan kemanusiaan yang terjadi di tengah masyarakat.
Aksi ini sekaligus menjadi bentuk desakan agar pemerintah lebih terbuka dalam pengelolaan bantuan bencana dan aparat penegak hukum memberikan kepastian dalam penanganan kasus penembakan drh. Alfonsius Mehan.