Maumere, NTT · 20 September 2026 0 online · 9 hari ini
Terbaru
Daerah

Pulang Bawa Mahkota, Carmenita Titip Pesan untuk Flores : Kita Harus Bangkit!

Redaksi  ·   ·  256 dibaca
Pulang Bawa Mahkota, Carmenita Titip Pesan untuk Flores : Kita Harus Bangkit!

HARIAN FLORES.COM - ENDE —
Lusia Carmenita Rosalia Lamba akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (4/9/2026).

Juara Utama (I) Putri Pariwisata Indonesia 2026 itu pulang bukan sekadar membawa mahkota kemenangan. Ia datang membawa nama Ende, Flores dan NTT ke panggung nasional, sekaligus menyampaikan pesan tentang harapan dan kebangkitan di tengah duka masyarakat Flores akibat bencana gempa bumi.

Setibanya di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Carmenita disambut hangat Ketua Dekranasda Kabupaten Ende Cicih M. Badeoda, Kepala Dinas Pariwisata, orang tua dan keluarga, serta para siswa dan keluarga besar almamaternya, SMP dan SMA Frateran Ndao Ende.

Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, Carmenita dikalungi selendang sebagai simbol penyambutan atas kepulangannya sebagai putri terbaik dalam ajang Putri Pariwisata Indonesia 2026.

Dari bandara, rombongan kemudian menuju Kantor Bupati Ende untuk bersilaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Ende.

Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda menyebut keberhasilan Carmenita sebagai kebanggaan seluruh masyarakat Ende.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Ende, saya menyampaikan selamat datang kembali ke tanah kelahiran, Ende Flores tercinta,” ujar Yosef.

Menurutnya, Carmenita kini bukan hanya seorang pemenang kontes kecantikan. Mahkota yang dikenakannya menjadi simbol bahwa anak-anak Ende mampu berdiri sejajar dengan generasi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

“Hari ini kita tidak saja menyambut seorang putri yang membawa mahkota. Kita juga menyambut seorang duta yang membawa Ende, membawa cerita tentang tanah Flores, NTT, serta membawa pesan tentang kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia, khususnya Ende dan NTT,” katanya.

Yosef berharap Carmenita mampu memanfaatkan prestasinya untuk semakin memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya Ende, termasuk kekayaan tenun NTT, kepada masyarakat luas.

Ia juga menitipkan pesan agar Carmenita tidak menjadikan mahkota sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai amanah untuk terus memberikan dampak positif.

“Mahkota akan berkilau ketika dipakai, tetapi keteladanan akan terus dikenang bahkan ketika mahkota tidak lagi berada di kepalamu,” pesan Yosef.

Ia meminta Carmenita tetap rendah hati, memperkuat karakter, memperluas wawasan dan berani memperjuangkan hal-hal positif bagi masyarakat, terutama generasi muda.

“Jadilah perempuan dan anak muda yang tidak hanya cantik dalam penampilan, tetapi juga kuat dalam karakter, luas dalam wawasan, rendah hati dalam keberhasilan dan berani memperjuangkan hal-hal yang baik bagi masyarakat, khususnya anak muda,” tegasnya.

Di hadapan pemerintah daerah dan masyarakat yang menyambutnya, Carmenita tidak hanya berbicara tentang kemenangan.

Ia justru membawa suasana berbeda.
Carmenita mengingat kembali kondisi Flores yang sedang berduka akibat bencana gempa. Di tengah situasi tersebut, ia memandang pencapaiannya sebagai sebuah hadiah kecil yang dititipkan Tuhan untuk masyarakat NTT.

“Di tengah duka Flores yang sedang kita alami saat ini, Tuhan menitipkan satu hadiah kecil melalui saya untuk masyarakat NTT, khususnya Flores, agar bisa tersenyum di tengah duka ini,” pungkas Carmenita.

Baginya, kemenangan tersebut bukan semata-mata prestasi pribadi.
Carmenita ingin keberhasilannya menjadi energi positif bagi masyarakat Flores untuk kembali percaya diri dan bangkit.

Ia percaya, di tengah keterpurukan akibat bencana, masyarakat Flores tetap memiliki kekuatan dan ketangguhan untuk menata kembali kehidupan, termasuk menghidupkan sektor pariwisata dan kebudayaan.

“Di tengah keterpurukan kita, Tuhan menganugerahkan rasa ketangguhan untuk kembali bangkit demi keberlanjutan pariwisata dan budaya di Ende, Flores dan NTT,” imbuhnya.

Carmenita juga menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus, Julie Sutrisno Laiskodat, Levico Butik, Bupati dan Wakil Bupati Ende, Ketua Dekranasda Kabupaten Ende, orang tua, keluarga serta keluarga besar SMP dan SMA Frateran Ndao Ende yang telah memberikan dukungan hingga dirinya meraih prestasi tersebut.

Kini, mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2026 berada di kepala seorang putri Ende.

Namun, lebih dari itu, mahkota tersebut membawa sebuah misi: membuat Indonesia semakin mengenal Flores, dan membuat Flores kembali tersenyum serta bangkit melalui kekayaan pariwisata dan budayanya. ***(EB)

Bagikan: