Sekolah di Ende Terapkan Pembelajaran Terbatas pada Masa Tanggap Darurat
HARIAN FLORES. COM - ENDE -
Setelah libur dua pekan karena bencana gempa bumi Flores, aktivitas sekolah di Kabupaten Ende kembali dimulai pada Senin (31/8/2026).
Meski aktivitas sekolah telah dimulai namun pemerintah mengimbau agar
sekolah menerapkan pembelajaran terbatas karena kondisi saat ini masih dalam status tanggap darurat dan gempa susulan masih terjadi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Ende, Venantius Minggu kepada wartawan di kantor DPRD Ende, Selasa (1/9/2026) siang mengatakan pembelajaran terbatas yang diterapkan di sekolah akan berlangsung hingga 5 September 2026.
" Selama masa darurat kita berlakukan pembelajaran terbatas selama satu minggu dari 31 Agustus- 5 September 2026 dengan waktu terbatas".
Dikatakannya waktu sekolah untuk TK/PAUD dari pukul 07.30 hingga pukul 08.30 sedangkan untuk SD dan SMP dari pukul 07.00 - 11.00 wita.
Aktivitas yang dilaksanakan oleh sekolah selama sepekan yaitu kegiatan pemulihan bathin (trauma healing).
" Kegiatan selama sepekan hanya pemulihan bathin karena trauma gempa. Di sekolah hanya melaksanakan kegiatan- kegiatan yang menyenangkan", kata Venantius.
Pada pekan depan mulai tanggal 7 September 2026 kegiatan pembelajaran di sekolah masuk tahap normal namun dengan memperhatikan beberapa hal.
Bagi sekolah yang tingkat kerusakan gedungnya ringan dan sedang anak - anak boleh masuk dalam kelas tetapi dengan penataan ruangan yang memberikan ruang anak - anak berlari saat terjadi gempa susulan.
Bagi sekolah yang kondisi gedungnya rusak berat melaksanakan pembelajaran di luar ruangan atau halaman sekolah dengan menggunakan tenda.
" Sekolah yang rusak berat pemerintah siapkan tenda. Pemerintah akan berikan tenda berdasarkan data kerusakan yang dilaporkan".
Data yang diperoleh media ini dari Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Ende, Senin (31/8/2026) malam fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa sebanyak 182 unit sekolah. Kategori rusak ringan 76 unit, rusak sedang 72 unit dan rusak berat 34 unit.* (WA)