Maumere, NTT · 20 September 2026 0 online · 9 hari ini
Terbaru
Pendidikan

Uniflor Ende Tutup PKKMB dengan Doa dan Seribu Lilin untuk Korban Gempa

Redaksi  ·   ·  402 dibaca
Uniflor Ende Tutup PKKMB dengan Doa dan Seribu Lilin untuk Korban Gempa

HARIAN FLORES.COM - ENDE — Suasana haru menyelimuti penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Flores (Uniflor) Ende, Kamis (3/9/2026) malam.

Sebanyak 834 mahasiswa baru bersama dosen dan karyawan Uniflor menyalakan seribu lilin dan menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores.

Aksi kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian malam penutupan PKKMB sekaligus malam inagurasi yang berlangsung di lingkungan kampus Uniflor.

Penyalaan lilin dilakukan dalam suasana penuh khidmat. Cahaya lilin yang menyala menjadi simbol empati dan kepedulian civitas akademika Uniflor terhadap para korban serta masyarakat yang hingga kini masih menghadapi dampak bencana.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Uniflor, Dr. Ernesta Leha, S.E., M.Agb, mengatakan aksi tersebut secara khusus digelar untuk mengenang para korban gempa sekaligus menunjukkan solidaritas Uniflor terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Ini aksi untuk mengenang korban gempa Flores dari Uniflor,” ujar Ernesta.

Menurutnya, momentum penutupan PKKMB tidak hanya menjadi perayaan berakhirnya rangkaian pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada generasi muda.

Setelah penyalaan seribu lilin dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyalaan api unggun oleh Rektor Uniflor, Dr. Willibrodus Lanamana.

Api unggun tersebut dimaknai sebagai simbol semangat untuk bangkit dan terus memberikan harapan di tengah situasi bencana yang masih berlangsung.

“Kita sambung dengan penyalaan api unggun yang menandakan bahwa walaupun kita dalam situasi siaga bencana, spirit dan semangat solidaritas harus tetap menyala agar kita bisa membantu sesama yang saat ini sedang dalam kondisi terdampak musibah gempa bumi,” kata Willibrodus.

Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB Uniflor 2026, Alex Gawen, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) serta seluruh civitas akademika yang telah mendukung pelaksanaan PKKMB di tengah situasi tanggap darurat bencana.

Ia mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan PKKMB dapat berlangsung dengan aman hingga hari terakhir.

“Kami bersyukur kegiatan PKKMB berlangsung aman dalam situasi tanggap darurat bencana. Terima kasih untuk Yapertif dan civitas akademika yang telah mendukung,” ucap Alex.

Rangkaian PKKMB Uniflor 2026 secara resmi ditutup oleh Rektor Uniflor di lapangan futsal kampus.

Setelah rangkaian refleksi dan aksi solidaritas kemanusiaan, suasana malam penutupan kemudian berlangsung lebih meriah dengan penampilan Nexara Band, yang merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Band Uniflor.

Penutupan PKKMB tahun ini pun tidak sekadar menjadi seremoni penyambutan mahasiswa baru. Di tengah suasana tanggap darurat akibat gempa, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan semangat kemanusiaan, solidaritas, dan harapan bahwa masyarakat Flores dapat bangkit bersama dari bencana. *(WA)

Bagikan: