Akses Darat Terputus, Polisi Kerahkan Helikopter Antar Bantuan ke Dua Desa Terpencil di Ende
HARIANFLORES.COM, ENDE – Kepolisian Resor (Polres) Ende bergerak cepat menembus keterisolasian dua desa pesisir di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak gempa dan hingga kini sulit dijangkau melalui jalur darat.
Dengan akses jalan darat yang terputus serta kondisi laut yang ekstrem, Polres Ende bersama Polda NTT mengerahkan helikopter Polri P-3202 untuk mendistribusikan bantuan logistik kepada warga Desa Nila dan Desa Kekasewa, Sabtu (29/8/2026).
Operasi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ende, Ny. Yuke Yudhi Franata.
Penggunaan helikopter menjadi langkah alternatif setelah transportasi laut yang selama ini menjadi satu-satunya akses menuju kedua desa tersebut tidak dapat beroperasi akibat cuaca buruk.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga yang membutuhkan pasokan bahan pokok pascagempa.
Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata menjelaskan, kondisi geografis Desa Nila dan Desa Kekasewa memang cukup menantang.
Kedua wilayah tersebut hanya dapat dijangkau melalui laut karena belum memiliki akses jalan darat yang memadai.
“Dengan berhentinya operasional kapal lokal akibat cuaca ekstrem, jalur udara menggunakan helikopter Polri menjadi satu-satunya solusi cepat agar warga terdampak segera mendapatkan pasokan logistik,” ujar AKBP Yudhi Franata, Sabtu (29/8/2026).
Sejak gempa melanda Pulau Flores, kedua desa tersebut menjadi salah satu wilayah yang paling sulit dijangkau.
Medan yang ekstrem dan kerusakan jalan membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Jalur darat yang sebelumnya dapat digunakan hanya mampu menembus wilayah Ngalupolo hingga Wolotopo.
Dari wilayah tersebut, akses menuju Desa Nila dan Desa Kekasewa masih terputus.
Kondisi ini membuat masyarakat di kedua desa harus bertahan selama kurang lebih dua minggu dengan keterbatasan akses terhadap bantuan dan kebutuhan pokok.
Melihat situasi tersebut, Polres Ende kemudian berkoordinasi dengan Kapolda NTT untuk mendapatkan dukungan armada udara.
Helikopter Polri P-3202 dikerahkan untuk mengangkut sekaligus menjatuhkan bantuan bahan pokok atau airdrop ke titik-titik pengungsian warga di Desa Nila dan Desa Kekasewa.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan kemanusiaan tetap dapat menjangkau masyarakat meskipun kondisi geografis dan cuaca menjadi kendala utama.
“Seluruh desa lainnya di wilayah Kabupaten Ende sejauh ini telah berhasil dijangkau melalui jalur darat. Fokus utama operasi udara saat ini dialihkan sepenuhnya untuk Desa Nila dan Desa Kekasewa sebagai titik krusial,” kata Yudhi.
Menurutnya, kehadiran personel kepolisian dalam situasi bencana bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi masa sulit pascabencana.
“Kami tetap peduli dan hadir untuk masyarakat. Warga di sana adalah bagian dari keluarga kami,” tegasnya.
AKBP Yudhi Franata juga mengimbau masyarakat terdampak gempa agar tetap tenang, bersabar, serta terus berdoa agar kondisi pascabencana segera membaik dan proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar.
Kedatangan bantuan melalui jalur udara mendapat sambutan haru dari masyarakat Desa Nila dan Desa Kekasewa.
Di tengah tumpukan logistik yang baru tiba, perwakilan warga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Kapolda NTT, yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayah terpencil tersebut.
“Kami masyarakat Desa Nila mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT yang sudah menyalurkan bantuan. Sejak awal terjadinya gempa, kami belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak mana pun. Bantuan dari Bapak Kapolda ini adalah bantuan yang pertama yang kami terima,” ujar seorang warga Desa Nila.
Ungkapan terima kasih tersebut disampaikan warga dengan penuh haru.
Mereka juga menyampaikan doa terbaik bagi jajaran kepolisian yang telah hadir membantu masyarakat di tengah kondisi sulit pascabencana.
“Terima kasih Bapak Kapolda, dari kami masyarakat Desa Nila dan Kekasewa. Semoga Bapak dan keluarga besar Polri senantiasa diberikan kesehatan dan kesejahteraan,” ucap mereka.
Bagi masyarakat di kedua desa, bantuan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan yang mendesak.
Kehadiran helikopter dan jajaran kepolisian juga menjadi tanda bahwa mereka yang berada di wilayah terpencil tetap mendapat perhatian dan tidak dilupakan di tengah situasi darurat.
Distribusi bantuan melalui jalur udara diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memberikan semangat baru bagi warga Desa Nila dan Desa Kekasewa untuk bangkit dan menjalani proses pemulihan pascagempa.
Di tengah akses yang masih terbatas dan kondisi alam yang belum sepenuhnya bersahabat, bantuan tersebut menjadi angin segar sekaligus harapan baru bagi masyarakat untuk kembali menata kehidupan mereka. (*)