Anak Petani Menuju Eltari, Nando Watu Motivasi Siswa SMP Frateran Ndao Berani Bermimpi dan Meraih Kesuksesan
HARIAN FLORES. COM, ENDE –
Latar belakang keluarga dan keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk menyerah dalam meraih cita-cita. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan, asalkan berani bermimpi, tekun belajar, disiplin, dan pantang menyerah.
Pesan inspiratif inilah yang disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi PDI Perjuangan, Nando Watu, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembelajaran Berbasis Projek melalui program Belajar Bersama Narasumber dan Sharing Pengalaman Menuju Orang Sukses di Aula Sekolah Frateran Ndao, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan siswa kelas VII SMP Frateran Ndao tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para peserta didik untuk belajar langsung dari pengalaman hidup seorang tokoh yang telah melewati berbagai proses perjuangan hingga berhasil mengemban amanah sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif Kabupaten Ende.
Mengangkat tema "Anak Petani Menuju Eltari", Nando Watu membagikan kisah perjalanan hidupnya, mulai dari latar belakang keluarga petani hingga mencapai posisi sebagai Anggota DPRD Kabupaten Ende yang berkantor di Jalan El Tari.
Melalui kisah tersebut, Nando ingin menanamkan pemahaman kepada para siswa bahwa kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh asal-usul keluarga, keadaan ekonomi, maupun kondisi kehidupan seseorang. Sebaliknya, masa depan dibangun melalui proses panjang yang membutuhkan tekad, keberanian, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.
Di hadapan ratusan siswa, ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Setiap orang harus memiliki karakter yang kuat, motivasi yang tinggi, serta kemampuan untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri sejak usia muda.
"Modal bisa dicari, keahlian bisa dibeli, tetapi cita-cita dan motivasi tidak bisa dibeli," ungkap Nando.
Menurutnya, cita-cita dan motivasi merupakan modal penting yang harus dimiliki setiap anak. Sebab, kemampuan akademik saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan kemauan, semangat, kedisiplinan, dan keberanian untuk menghadapi tantangan.
Dalam kesempatan itu, Nando juga memperkenalkan konsep "Menanam Pohon Diri" sebagai gambaran tentang pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini.
Ia mengibaratkan kehidupan seperti sebuah pohon yang harus ditanam, dirawat, dan dipelihara agar kelak menghasilkan buah. Demikian pula dengan masa depan seseorang. Pengetahuan, kebiasaan baik, kedisiplinan, karakter positif, dan kerja keras yang dibangun sejak bangku sekolah akan menjadi bekal berharga untuk meraih kesuksesan di kemudian hari.
Selain itu, Nando memperkenalkan prinsip ATM, yakni Amati, Tiru, dan Modifikasi. Melalui prinsip ini, para siswa diajak untuk belajar dari pengalaman dan keberhasilan orang lain, mengambil nilai-nilai positif, kemudian mengembangkan serta menyesuaikannya dengan kemampuan dan kreativitas masing-masing.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak takut memiliki cita-cita besar dan tidak merasa rendah diri karena latar belakang keluarga.
"Adik-adik harus berani berbeda. Jangan takut memiliki cita-cita besar dan jangan pernah merasa rendah diri dengan latar belakang keluarga. Setiap orang memiliki kesempatan untuk sukses selama mau berusaha dan terus belajar," pesannya.
Kegiatan ini mendapat nilai tersendiri karena menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi pendidikan di sekolah dengan pengalaman nyata dalam kehidupan masyarakat. Para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui proses belajar di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan inspirasi langsung mengenai perjuangan, proses, dan nilai-nilai kehidupan yang mengantarkan seseorang menuju keberhasilan.
Melalui program Sharing Pengalaman Menuju Orang Sukses tersebut, SMP Frateran Ndao memberikan ruang kepada peserta didik untuk memperluas wawasan, mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan keberanian dalam menentukan cita-cita.
Kisah "Anak Petani Menuju Eltari" menjadi pesan kuat bagi generasi muda bahwa latar belakang keluarga bukanlah batas untuk menentukan masa depan.
Sebab, seseorang tidak harus terlahir dari keluarga berada untuk menjadi orang sukses. Yang terpenting adalah memiliki mimpi, berani memulai, tekun belajar, menjaga kedisiplinan, dan tidak pernah berhenti memperjuangkan cita-cita.*(EB)