Disdukcapil Ende Rekam Adminduk Warga dan Disabilitas di Maukaro
HARIANFLORES.COM, ENDE - Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat di wilayah pedesaan.
Kali ini, Disdukcapil Kabupaten Ende turun langsung ke Kecamatan Maukaro untuk memberikan pelayanan dokumen administrasi kependudukan melalui program Jemput Bola, Kamis (10/9/2026).
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Ende untuk memastikan masyarakat, khususnya yang tinggal jauh dari pusat kota, tetap mendapatkan akses pelayanan administrasi kependudukan dengan mudah.
Pelayanan langsung di kecamatan ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat meminimalkan biaya transportasi yang harus dikeluarkan apabila harus datang ke Kota Ende untuk mengurus dokumen kependudukan.
Dalam program Jemput Bola tersebut, masyarakat dapat memperoleh pelayanan berbagai dokumen administrasi kependudukan, mulai dari KTP, akta-akta pencatatan sipil, surat pindah, hingga Kartu Keluarga (KK).
Tidak hanya mendatangi kantor kecamatan, Disdukcapil Kabupaten Ende juga memberikan perhatian khusus kepada warga yang mengalami keterbatasan fisik maupun penyandang disabilitas.
Untuk warga dalam kondisi tersebut, petugas Disdukcapil akan mendatangi rumah warga secara langsung melalui pelayanan superprioritas. Pelayanan perekaman juga dapat dilakukan secara langsung di panti sosial.
Kecamatan Maukaro menjadi kecamatan ketiga yang menjadi lokasi pelaksanaan perekaman data penduduk di kantor camat melalui program Jemput Bola.
Sebelumnya, pelayanan serupa telah dilakukan di Kecamatan Nangapanda dan Kecamatan Maurole.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satunya datang dari Fransiska Oya, warga Desa Natanangge, Kecamatan Maukaro.
Fransiska menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ende, Bupati dan Wakil Bupati Ende, serta Disdukcapil Kabupaten Ende yang telah menghadirkan pelayanan perekaman data penduduk secara langsung di Kecamatan Maukaro.
Bagi Fransiska, kehadiran petugas Disdukcapil di kecamatan sangat membantu masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan untuk mengurus dokumen kependudukan.
Ia mengaku pernah mengurus KTP pada tahun 2000. Namun, setelah itu dirinya tidak pernah lagi melakukan pengurusan dokumen kependudukan.
Karena itu, ketika anaknya menyampaikan informasi bahwa pelayanan perekaman KTP dilakukan langsung di Kantor Camat Maukaro, Fransiska mengaku sangat senang.
"Ketika anak saya menyampaikan untuk ke kantor camat mengurus KTP, saya sangat senang," ujar Fransiska.
Ia berharap kepemilikan dokumen kependudukan tersebut dapat membuka akses bagi dirinya dan suami untuk mendapatkan perhatian serta berbagai program bantuan dari pemerintah.
Fransiska mengungkapkan, selama ini dirinya bersama suami tidak pernah mendapatkan bantuan karena tidak memiliki KTP.
"Kami selama ini tidak pernah dapat bantuan katanya karena KTP kami tidak ada. Saya dan suami sangat berterima kasih kepada Disdukcapil Kabupaten Ende hari ini. Semoga ke depan kami bisa mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ende," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ende, Yoseph Apolonaris Dosi Woda, mengatakan program Jemput Bola dinilai sangat membantu masyarakat.
Menurut Yoseph, salah satu kendala yang selama ini dihadapi masyarakat pedesaan adalah tingginya biaya transportasi dari desa menuju Kota Ende ketika hendak mengurus dokumen kependudukan.
Padahal, seluruh pelayanan dokumen administrasi kependudukan yang diberikan pemerintah tidak dipungut biaya.
"Program Jemput Bola ini sangat membantu masyarakat karena biaya transportasi dari desa ke kota sangat tinggi, padahal dokumen kependudukan tidak dipungut biaya satu rupiah pun," kata Yoseph Dosi Woda.
Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program Jemput Bola dengan sebaik-baiknya.
Yoseph juga meminta masyarakat tidak hanya mengurus dokumen kependudukan untuk diri sendiri, tetapi mengajak seluruh anggota keluarga untuk ikut memeriksa dan melengkapi dokumen administrasi kependudukan masing-masing.
"Masyarakat diharapkan untuk bisa memanfaatkan program Jemput Bola secara baik dan mengajak semua anggota keluarga untuk ambil bagian," ujarnya.
Yoseph menjelaskan, kedatangan petugas Disdukcapil ke Kecamatan Maukaro tidak hanya bertujuan memberikan pelayanan administrasi kependudukan.
Lebih dari itu, petugas juga ingin mendengarkan secara langsung berbagai kendala yang selama ini dihadapi masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.
Dengan demikian, setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera dicarikan solusi dan dituntaskan.