Maumere, NTT · 4 November 2026 3 online · 75 hari ini
Terbaru
Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Sawah Terendam Banjir, Petani Tou Timur di Ende Berharap Penanganan Permanen dari Pemerintah • Askab PSSI Ende Tunjuk Cicih M. Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flotim • Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Sawah Terendam Banjir, Petani Tou Timur di Ende Berharap Penanganan Permanen dari Pemerintah • Askab PSSI Ende Tunjuk Cicih M. Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flotim •
Daerah

Ende Diguyur Hujan, Sampah Rumah Tangga Meluber Penuhi Badan Jalan

Redaksi  ·   ·  303 dibaca
Ende Diguyur Hujan, Sampah Rumah Tangga Meluber Penuhi Badan Jalan

HARIAN FLORES.COM, ENDE –
Hujan yang mengguyur wilayah Kota Ende dan sekitarnya, Sabtu (31/10/2026) dini hari, menyebabkan sampah rumah tangga berserakan dan meluber hingga memenuhi sejumlah badan jalan dalam kota.

Pantauan media di sejumlah lokasi menunjukkan, berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, botol bekas hingga potongan material kayu, tampak berhamburan di badan jalan setelah terbawa luapan air dari saluran drainase yang tersumbat.

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah ruas jalan yang selama ini kerap mengalami genangan saat hujan deras, di antaranya Jalan Gatot Subroto, Jalan Ahmad Yani, Jalan Melati, Jalan Durian, serta Jalan Kokos Raya di Kompleks Perumnas, Kelurahan Mautapaga, Kabupaten Ende.

Salah seorang warga Jalan Melati, Fitri, mengatakan, persoalan sampah yang menyumbat saluran drainase dan meluap ke badan jalan bukan kali pertama terjadi. Kondisi serupa hampir selalu terulang ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.

Menurutnya, kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan ke saluran drainase menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air.

"Setiap kali hujan lebat turun agak lama, daerah ini selalu jadi langganan. Saluran air di sini langsung tersumbat oleh sampah yang dibuang sembarangan, lalu meluap bersama air ke jalan raya," ungkap Fitri.

Tumpukan sampah yang berserakan tidak hanya mengganggu kebersihan dan keindahan kota, tetapi juga membahayakan pengguna jalan. Pengendara, terutama kendaraan roda dua, harus ekstra hati-hati saat melintas karena sampah yang bercampur air membuat permukaan jalan menjadi licin.

Selain mengganggu arus lalu lintas, kondisi tersebut juga menimbulkan aroma kurang sedap yang berpotensi mengurangi kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi.

Fitri berharap warga yang bermukim di wilayah bagian atas lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase. Menurutnya, kebiasaan tersebut justru berdampak langsung terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah lebih rendah.

"Kami yang tinggal di bagian bawah ini selalu merasakan dampaknya saat hujan. Stop sudah kamu buang sampah dalam drainase," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat petugas dari instansi pemerintah terkait melakukan pembersihan terhadap sampah yang berserakan di sejumlah ruas jalan tersebut. Warga yang bermukim di sekitar lokasi juga belum melakukan pembersihan secara mandiri.

Persoalan ini kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Saluran drainase seharusnya berfungsi sebagai jalur aliran air, bukan dijadikan tempat pembuangan sampah.

Selain kesadaran masyarakat, penanganan serius dari pemerintah melalui pembersihan drainase secara berkala dan pengangkutan sampah juga diperlukan agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap kali hujan mengguyur Kota Ende. *(WA)

Bagikan: