Maumere, NTT · 4 November 2026 2 online · 72 hari ini
Terbaru
Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Sawah Terendam Banjir, Petani Tou Timur di Ende Berharap Penanganan Permanen dari Pemerintah • Askab PSSI Ende Tunjuk Cicih M. Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flotim • Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Sawah Terendam Banjir, Petani Tou Timur di Ende Berharap Penanganan Permanen dari Pemerintah • Askab PSSI Ende Tunjuk Cicih M. Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flotim •
Daerah

PELNI Kerahkan Empat Bus, Evakuasi 800 Penumpang KM Lawit ke KM Egon di Ende

Redaksi  ·   ·  241 dibaca
PELNI Kerahkan Empat Bus, Evakuasi 800 Penumpang KM Lawit ke KM Egon di Ende

HARIAN FLORES.COM, ENDE –
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengerahkan empat unit bus untuk mengevakuasi sekitar 800 penumpang KM Lawit yang terdampak insiden di Dermaga Pelabuhan Ipi, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (30/10/2026) malam.

Ratusan penumpang tersebut dievakuasi menuju KM Egon yang bersandar di Pelabuhan Soekarno Ende sebagai kapal alternatif untuk melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan masing-masing.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang PELNI Ende, Haikal M. Djibran, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap. PELNI terlebih dahulu mencetak tiket pengganti untuk dibagikan kepada seluruh penumpang KM Lawit sebelum mereka diberangkatkan menggunakan bus menuju KM. Egon.

"Untuk evakuasi penumpang malam ini, PELNI mengalokasikan empat bus untuk mengangkut penumpang dari KM Lawit di Pelabuhan Ipi menuju KM Egon yang berada di Pelabuhan Soekarno Ende," jelas Haikal.

Ia mengatakan, setelah menerima tiket, para penumpang langsung diarahkan menuju bus yang telah disiapkan untuk diantar ke lokasi KM Egon.

Menurut Haikal, sekitar 800 penumpang yang dievakuasi merupakan penumpang dengan tujuan Lewoleba dan Kupang. Khusus penumpang tujuan Lewoleba, rencana awal untuk melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi darat dibatalkan karena sudah ada SKP dan dispensasi.

Dengan adanya dispensasi tersebut, penumpang tujuan Lewoleba juga dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kapal alternatif yang telah disiapkan yakni KM. Egon.

Haikal menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden KM Lawit. Pihaknya berharap seluruh penumpang dapat melanjutkan perjalanan dan tiba di tempat tujuan dengan selamat.

"Kami dari PELNI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dalam pelayaran ini. Kami juga berharap semoga seluruh penumpang sampai di tempat tujuan dengan selamat," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang penumpang tujuan Kupang, Maria, mengaku senang dan bersyukur atas langkah cepat PELNI yang telah menyiapkan kapal alternatif untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Ia menyampaikan apresiasi karena para penumpang tetap mendapatkan kepastian transportasi menuju daerah tujuan meskipun harus mengalami perubahan rencana perjalanan akibat insiden tersebut.

"Saya merasa senang dan bersyukur karena pihak PELNI sudah menyiapkan kapal alternatif untuk mengantar kami sampai ke tempat tujuan masing-masing," ungkap Maria.* (EB)

Bagikan: