Fraksi PSI NTT dan Ratusan Warga Kupang Gelar Doa Bersama: Flores Tidak Sendiri
HARIANFLORES.COM, KUPANG - Suasana haru menyelimuti Taman Nostalgia, Kota Kupang, Selasa (8/9/2026) malam.
Ratusan warga bersama Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul dalam doa bersama dan aksi solidaritas untuk masyarakat Flores yang terdampak bencana erupsi dan gempa.
Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sekaligus dukungan moral bagi warga Flores yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana.
Di tengah duka dan ketidakpastian yang masih dirasakan masyarakat terdampak, doa bersama menjadi ruang untuk mengenang para korban serta memberikan kekuatan kepada keluarga dan warga yang masih bertahan.
Ketua Fraksi PSI DPRD NTT, Junaidin Mahasan, mengajak masyarakat NTT, khususnya warga Kota Kupang, untuk tidak tinggal diam melihat penderitaan yang dialami saudara-saudara mereka di Flores.
Menurutnya, solidaritas tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan material. Kehadiran dan doa masyarakat juga memiliki arti penting bagi mereka yang sedang menghadapi bencana.
“Mari kita buat barisan untuk saling menguatkan saudara-saudara kita di Flores yang mengalami musibah gempa. Kita hadir bersama dalam doa dan solidaritas,” ajak Junaidin.
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Ratusan warga hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut.
Bagi masyarakat yang hadir, Flores bukan sekadar wilayah yang sedang dilanda bencana. Flores adalah bagian dari keluarga besar NTT yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Mereka terdiri dari Ketua Fraksi Junaidin Mahasan, Wakil Ketua Fraksi Simson Polin, Sekretaris Fraksi Filmon Loasana, serta anggota Randi Durhaman, Marinus Manis, dan Debora Lende.
Kehadiran para anggota Fraksi PSI bersama masyarakat menunjukkan bahwa persoalan bencana tidak hanya dapat dilihat dari angka kerusakan, jumlah korban, maupun kerugian material. Di balik setiap angka terdapat manusia, keluarga, dan kehidupan yang harus kembali dibangun.
Karena itu, doa bersama tersebut menjadi simbol bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi bencana seorang diri.
“Berbeda tempat, satu doa untuk Flores. Semoga kepedulian hari ini menjadi harapan untuk hari esok yang lebih baik,” menjadi pesan utama yang mengemuka dalam aksi solidaritas tersebut.
Fraksi PSI DPRD NTT berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni sesaat. Solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana di Flores diharapkan terus berlanjut dan diwujudkan dalam berbagai bentuk dukungan yang dibutuhkan selama proses pemulihan.
Bencana, selain meninggalkan kerusakan fisik, juga menyisakan trauma dan luka psikologis bagi para korban. Warga yang kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga, membutuhkan waktu panjang untuk kembali menata kehidupan.
Karena itu, kepedulian masyarakat luas menjadi bagian penting dalam membantu para korban melewati masa-masa sulit tersebut.
Gempa bumi yang mengguncang Flores telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Sejumlah warga mengalami luka-luka, kehilangan tempat tinggal, hingga harus kehilangan orang-orang yang mereka cintai.
Dalam kondisi tersebut, doa dan solidaritas dari masyarakat NTT diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan bagi para korban dan keluarga yang terdampak.
Dari Kota Kupang, pesan solidaritas pun disampaikan, Flores tidak sendiri.