Maumere, NTT · 20 September 2026 2 online · 22 hari ini
Terbaru
Daerah

Gempa Susulan Flores M7,7 Tembus 12.064 Kali, Peluruhan Gempa Mulai Menurun

Redaksi  ·   ·  76 dibaca
Gempa Susulan Flores M7,7 Tembus 12.064 Kali, Peluruhan Gempa Mulai Menurun

HARIANFLORES.COM, ENDE – Aktivitas gempa susulan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih terus terjadi.


Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Jumat, 4 September 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 12.064 gempa bumi susulan.

Dari ribuan aktivitas tersebut, gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2, sementara yang terkecil tercatat M0,9. Sebanyak 36 gempa susulan memiliki magnitudo di atas M5, sedangkan 172 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Meski aktivitas gempa masih berlangsung, BMKG menyebut grafik peluruhan gempa mulai menunjukkan pola penurunan. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa aktivitas gempa susulan perlahan berkurang.

Berdasarkan pola tersebut, gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu. Aktivitas gempa kembali dirasakan masyarakat pada Jumat, 4 September 2026 dini hari.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa wilayah Flores, NTT, diguncang gempa bumi tektonik pada pukul 04.00.11 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki kekuatan M4,6 dengan kedalaman 7 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,33° Lintang Selatan dan 121,58° Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 48 kilometer timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Meski terjadi di wilayah laut, hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust). Guncangan gempa tersebut turut dirasakan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Kabupaten Nagekeo. Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk yang sedang melintas.

Sementara itu, di Kabupaten Sikka, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

BMKG menegaskan bahwa gempa M4,6 yang terjadi Jumat dini hari tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WIB.

Hingga 4 September 2026 pukul 04.30 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat sebanyak 12.051 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.

Sementara itu, dalam pembaruan hingga pukul 05.00 WIB, jumlah aktivitas gempa susulan yang tercatat mencapai 12.064 kejadian.

Fenomena ribuan gempa susulan tersebut merupakan bagian dari proses pelepasan energi dan penyesuaian kerak bumi setelah terjadinya gempa utama.

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya. Informasi terbaru akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan maupun masyarakat sesuai hasil monitoring.

Di tengah masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengandalkan informasi resmi.

Masyarakat diminta tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, warga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Bangunan yang telah mengalami kerusakan dapat memiliki risiko tambahan apabila kembali diguncang gempa susulan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi kegempaan hanya melalui kanal resmi yang telah terverifikasi.

Informasi resmi dapat dipantau melalui kanal komunikasi BMKG, termasuk akun media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, sistem InaTEWS, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi resmi BMKG untuk perangkat iOS dan Android.

BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan Flores akan terus dilakukan. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti perkembangan informasi resmi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (*)

Bagikan: