Maumere, NTT · 20 September 2026 2 online · 18 hari ini
Terbaru
Daerah

Gunung Iya di Ende Masih Level Waspada, Masyarakat dan Wisatawan Dilarang Dekati Kawah

Redaksi  ·   ·  32 dibaca
Gunung Iya di Ende Masih Level Waspada, Masyarakat dan Wisatawan Dilarang Dekati Kawah

HARIANFLORES.COM, ENDE — Aktivitas Gunung Iya di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, masih berada pada Level II (Waspada). Berdasarkan laporan pengamatan Pos Pengamatan Gunungapi Iya, Ahmad Yani berdasarkan sumber data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, PVMBG, serta Pos Pengamatan Gunungapi Iya, kondisi tersebut tercatat dalam periode pengamatan Rabu, 2 September 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WITA. Gunung Iya memiliki ketinggian 637 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selama periode pengamatan, kondisi meteorologi di sekitar gunung api terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang dengan arah dominan menuju timur, tenggara, dan barat laut. Suhu udara tercatat berada pada kisaran 23,2–29,6 derajat Celsius, sementara kelembapan udara berkisar 59,2–82,5 persen. Tekanan udara berada pada rentang 758,31–759,81 mmHg. Asap Kawah Putih Setinggi 100 Meter Dari hasil pengamatan visual, Gunung Iya terpantau jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah masih terlihat dari kawasan puncak. Asap tersebut berwarna putih, berintensitas tipis, dengan ketinggian sekitar 50 hingga 100 meter di atas puncak kawah. Kondisi tersebut menjadi bagian dari parameter yang terus dipantau oleh petugas untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Iya. Selain pengamatan visual, aktivitas kegempaan Gunung Iya juga menjadi perhatian. Pada periode 2 September 2026, Pos Pengamatan Gunungapi Iya mencatat 8 kali gempa tektonik lokal. Gempa tersebut memiliki amplitudo 4,1–7,3 mm, waktu S-P 3,46–9,59 detik, serta durasi 14,73–55,32 detik. Petugas juga mencatat 3 kali gempa terasa. Gempa ini memiliki amplitudo cukup besar, yakni 41,41–43,7 mm, dengan S-P 10,72–66,44 detik dan durasi 55,12–223,5 detik. Intensitas gempa terasa tersebut berada pada skala I–II MMI. Sementara itu, aktivitas kegempaan lainnya berupa 38 kali gempa tektonik jauh. Gempa tersebut tercatat dengan amplitudo 3,8–36,6 mm, S-P 10,33–29,51 detik, serta durasi 33,28–97,7 detik. Dalam laporan periode pengamatan tersebut, tidak terdapat keterangan lain (nihil) yang dicatat oleh petugas. Dengan status aktivitas Gunung Iya yang masih berada pada Level II (Waspada), PVMBG mengeluarkan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat maupun wisatawan. Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Iya, termasuk pengunjung dan wisatawan, direkomendasikan tidak mendekati kawasan kawah aktif. Selain itu, masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak melakukan aktivitas, baik di darat maupun di laut, dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Iya. Larangan tersebut diberlakukan sebagai langkah mitigasi untuk menghindari potensi bahaya yang dapat terjadi di sekitar kawasan kawah aktif. PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lubang-lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah. Area tersebut berpotensi mengandung gas beracun yang dapat membahayakan keselamatan manusia. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi tersebut dan terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Iya dari PVMBG. (*)

Bagikan: