Maumere, NTT · 4 November 2026 3 online · 279 hari ini
Terbaru
Harga Minyak Tanah Bersubsidi Tembus Rp. 8.000 per Liter, Satpol PP Ende Sita 154 Liter dan Siapkan Sanksi Tegas • Anak Petani Menuju Eltari, Nando Watu Motivasi Siswa SMP Frateran Ndao Berani Bermimpi dan Meraih Kesuksesan • Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Harga Minyak Tanah Bersubsidi Tembus Rp. 8.000 per Liter, Satpol PP Ende Sita 154 Liter dan Siapkan Sanksi Tegas • Anak Petani Menuju Eltari, Nando Watu Motivasi Siswa SMP Frateran Ndao Berani Bermimpi dan Meraih Kesuksesan • Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah •
Nasional

Hoaks! Air Hujan Disebut Berbahaya akibat Operasi Modifikasi Cuaca

Redaksi  ·   ·  47 dibaca
Hoaks! Air Hujan Disebut Berbahaya akibat Operasi Modifikasi Cuaca

HARIANFLORES.COM, MAUMERE - Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa air hujan saat ini berbahaya untuk digunakan karena adanya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Informasi tersebut beredar di berbagai platform mediasosial dalam bentuk poster dan mengaitkan pelaksanaan OMC dengan dugaan pencemaran air hujan.

Namun, klaim tersebut tidak benar atau hoaks.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan melalui akun Instagram resmi BMKG Kalimantan Barat (@bmkg_kalbar), pelaksanaan OMC menggunakan bahan yang aman dan telah melalui berbagai kajian.

Dengan demikian, penggunaan bahan dalam kegiatan OMC tidak menyebabkan pencemaran terhadap air hujan.

BMKG juga menjelaskan bahwa kewaspadaan terhadap kualitas air hujan dalam kondisi tertentu bukan disebabkan oleh pelaksanaan OMC.

Faktor yang justru perlu diperhatikan adalah keberadaan partikel asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa dan berada di atmosfer.

Partikel asap dari karhutla dapat memengaruhi kualitas udara dan berpotensi ikut terbawa bersama air hujan ketika terjadi presipitasi. Karena itu, masyarakat yang hendak memanfaatkan air hujan tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan kualitas air sebelum menggunakannya.

Jika air hujan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu, masyarakat disarankan untuk mengendapkan dan menyaring air terlebih dahulu. Langkah tersebut dapat dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian, terutama ketika kondisi udara di sekitar wilayah sedang dipengaruhi asap akibat karhutla.

Dengan demikian, anggapan bahwa air hujan menjadi berbahaya secara langsung akibat OMC merupakan informasi yang keliru. OMC tidak menyebabkan pencemaran air hujan, sedangkan perhatian terhadap kualitas air hujan dalam kondisi karhutla lebih berkaitan dengan partikel asap yang berada di atmosfer.

Masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang tidak disertai sumber yang jelas. Untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai cuaca, kualitas udara, maupun pelaksanaan OMC, masyarakat dapat merujuk pada keterangan resmi dari BMKG dan instansi terkait.

Kesimpulan: klaim yang menyebut air hujan berbahaya akibat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) adalah HOAKS. (*)

Bagikan: