Maumere, NTT · 20 September 2026 0 online · 28 hari ini
Terbaru
Daerah

Jusuf Kalla di Maumere : Penangananan Pascagempa Harus Segera Beralih dari Darurat ke Pemulihan

Redaksi  ·   ·  40 dibaca
Jusuf Kalla di Maumere : Penangananan Pascagempa Harus Segera Beralih dari Darurat ke Pemulihan

HARIANFLORES.COM, MAUMERE – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla meminta penanganan pascagempa Flores segera memasuki tahap pemulihan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, penanganan tidak boleh terus berfokus pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi harus mulai diarahkan pada upaya mengembalikan kehidupan warga terdampak.

Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat mengunjungi Posko Pengungsi Gempa Flores di Gelora Samador da Cunha, Maumere, Jumat (28/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Jusuf Kalla berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mengetahui kebutuhan mereka sekaligus melihat kondisi penanganan pascagempa.

Jusuf Kalla hadir didampingi Ketua PMK Provinsi NTT Josef Nae Soi serta sejumlah Ketua PMI dari beberapa kabupaten di Pulau Flores.

Dalam dialog bersama pengungsi, Jusuf Kalla menekankan pentingnya melibatkan masyarakat terdampak dalam proses pembangunan kembali, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.

“Penanganan pasca gempa segera beralih dari pemenuhan bantuan darurat menuju pemulihan kehidupan warga. Masyarakat harus dilibatkan dalam membangun kembali rumah warga yang rusak,” kata Jusuf Kalla.

Menurut mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 tersebut, para pengungsi maupun masyarakat yang terdampak gempa tidak semestinya hanya menjadi penerima bantuan.

Mereka perlu diberi kesempatan untuk bekerja dalam proses pemulihan, baik membangun kembali rumah warga maupun memperbaiki berbagai fasilitas publik yang mengalami kerusakan.

Dengan demikian, kata Jusuf Kalla, masyarakat tidak hanya ikut mempercepat proses pemulihan, tetapi juga memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga setelah kehilangan sebagian atau seluruh sumber pendapatan akibat bencana.

Ia juga mendorong semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi pascagempa.

Pemerintah, menurutnya, dapat menyediakan material dasar, sementara tenaga kerja dalam pembangunan dapat melibatkan masyarakat sekitar yang terdampak.

“Pemerintah menyediakan material dasar, sedangkan pembangunannya melibatkan warga sekitar yang terkena dampak gempa Flores dan berakibat kepada hilangnya pendapatan,” ujarnya.

Jusuf Kalla menilai keterlibatan masyarakat menjadi semakin penting di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Keterlibatan masyarakat penting, mengingat kondisi sekarang ini, pemerintah dananya tidak sebesar dibandingkan dengan beberapa tahun lalu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla juga menanyakan secara langsung kepada para pengungsi mengenai kebutuhan yang paling mendesak saat ini.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa kebutuhan pokok atau sembako masih menjadi salah satu kebutuhan utama. Namun, ada pula warga yang menyebut biaya pendidikan anak sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terdampak mulai berkembang.

Selain kebutuhan dasar selama berada di pengungsian, warga juga membutuhkan dukungan agar kehidupan keluarga, pendidikan anak, dan sumber penghasilan dapat kembali berjalan normal. (*)

Bagikan: