Maumere, NTT · 20 September 2026 0 online · 24 hari ini
Terbaru
Daerah

Pascagempa Flores, Pemkab Sikka Fokus Salurkan Logistik dan Perbaiki Rumah Warga

Redaksi  ·   ·  23 dibaca
Pascagempa Flores, Pemkab Sikka Fokus Salurkan Logistik dan Perbaiki Rumah Warga

HARIANFLORES.COM, MAUMERE – Menjelang berakhirnya masa tanggap darurat bencana gempa bumi Flores, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka mulai memusatkan perhatian pada tahap transisi menuju pemulihan.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan bantuan logistik tetap tersalurkan kepada warga terdampak, sekaligus mempercepat penanganan rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penanganan Bencana Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, menyampaikan hal tersebut saat merespons adanya laporan warga di Wolomarang yang mengaku belum menerima bantuan dan diminta kembali ke rumah oleh pemerintah setempat.

Menurut Margaretha, sebagian besar pusat pengungsian pascatanggap darurat tahap pertama sebenarnya telah dikosongkan. Warga yang sebelumnya mengungsi secara terpusat telah kembali ke rumah masing-masing.

Namun, sejumlah pengungsian masih bertahan di tiga lokasi, yakni Palue, Kangae, dan Nita. Jumlah warga yang mengungsi di lokasi-lokasi tersebut juga terus mengalami penurunan.

"Memang setelah pasca tanggap darurat tahap 1, itu pengungsi sudah pulang semua ke rumah masing-masing, kemudian, yang terpusat masih di tiga lokasi Palue, Kangae, dan Nita. Tapi jumlahnya juga berkurang. Itu adalah masyarakat yang terdampak dan dalam kondisi adanya kerusakan rumah," ujar Margaretha.

Di tengah proses pemulangan warga dari lokasi pengungsian, Pemkab Sikka kini memprioritaskan warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.

Pemerintah saat ini tengah melakukan verifikasi dan validasi terhadap sekitar 8.000 data warga yang dihimpun dari tingkat kecamatan. Data tersebut mencakup laporan kerusakan rumah dengan kategori rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan.

Margaretha menjelaskan, warga yang rumahnya mengalami kerusakan menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian utama dalam penyaluran bantuan logistik. Sebab, kerusakan rumah tidak hanya menyangkut tempat tinggal, tetapi juga berdampak langsung terhadap mata pencaharian dan aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Jadi bagi masyarakat yang memang memiliki rumah rusak diakibatkan karena gempa, itu paralel tahap 1 sudah proses pendataan. Dalam waktu dekat kita akan umumkan begitu juga uji publiknya. Nanti setelah penetapan SK Bupati, langsung mulai proses untuk pembangunan," jelasnya.

Pendataan tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan penerima bantuan dan langkah pembangunan maupun perbaikan rumah warga terdampak.

Sementara itu, masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka dijadwalkan berakhir pada 11 September.

Pemkab Sikka akan melakukan rapat evaluasi bersama pimpinan daerah setelah masa tanggap darurat berakhir. Evaluasi tersebut akan menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk apakah status tanggap darurat akan diperpanjang atau penanganan resmi dialihkan sepenuhnya ke tahap pemulihan.

Keputusan tersebut akan mempertimbangkan perkembangan kondisi masyarakat terdampak, kebutuhan di lapangan, serta hasil pendataan kerusakan dan kebutuhan warga.

Selain penanganan warga terdampak, pengelolaan bantuan dan donasi yang masuk juga menjadi perhatian.

Margaretha memastikan seluruh bantuan donasi yang diterima Pemkab Sikka dicatat dan dipublikasikan secara transparan. Donasi dalam bentuk uang, termasuk bantuan dari tingkat kementerian, hingga kini disebut belum digunakan dan masih tersimpan di rekening resmi.

"Kami selalu publikasikan setiap sore untuk donasi yang masuk dari siapa, jumlah berapa, saldo rekeningnya berapa. Pemanfaatannya itu yang mungkin kita atur kembali apakah nanti di masa transisi baru dimanfaatkan dengan mekanisme seperti apa, karena memang kita juga harus menyampaikan ke publik soal pemanfaatannya," tegas Margaretha.

Menurutnya, penggunaan dana donasi nantinya akan diatur berdasarkan kebutuhan dan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Pemerintah juga memastikan pemanfaatan dana tersebut akan disampaikan secara terbuka kepada publik.

Berbeda dengan dana donasi yang masih tersimpan di rekening resmi, bantuan uang tunai yang sebelumnya diserahkan langsung oleh seorang Menteri kepada Bupati Sikka telah dibelanjakan oleh Satgas Penanganan Bencana.

Dana tersebut digunakan untuk membeli barang-barang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas di lapangan.

Saat ini, bantuan dalam bentuk barang tersebut tinggal menunggu jadwal pendistribusian atau pendroppingan kepada masyarakat yang membutuhkan.


Pemkab Sikka memastikan proses distribusi logistik akan terus berjalan bersamaan dengan penyisiran kebutuhan warga terdampak di berbagai titik.

Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan tetap terlayani, khususnya warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan kehilangan sebagian kemampuan untuk menjalankan aktivitas kehidupan maupun mata pencaharian.

Pemkab Sikka juga menegaskan seluruh dana donasi dan bantuan logistik akan dikelola secara akuntabel hingga seluruh rangkaian penanganan dan pemulihan pascabencana selesai. (IR)

Bagikan: