Maumere, NTT · 20 September 2026 0 online · 32 hari ini
Terbaru
Daerah

PDI-P Kerahkan Rumah Sakit Apung, Bantu Korban Gempa Flores di Manggarai

Redaksi  ·   ·  26 dibaca
PDI-P Kerahkan Rumah Sakit Apung, Bantu Korban Gempa Flores di Manggarai

HARIANFLORES.COM, RUTENG – Bantuan untuk warga terdampak gempa bumi di Flores datang melalui jalur laut.

Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan resmi merapat di Pelabuhan Kedindi, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (4/9/2026).

Kapal yang membawa misi kemanusiaan tersebut hadir dengan membawa tenaga kesehatan, obat-obatan, peralatan medis hingga bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa di Flores dan wilayah sekitarnya.

Kehadiran kapal ini sekaligus menjadi upaya membuka akses pelayanan bagi warga pesisir dan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

RSA Laksamana Malahayati telah berlayar menyusuri berbagai wilayah Indonesia sejak 2023.

Kapal tersebut sebelumnya dikerahkan ke sejumlah daerah terdampak bencana di Sumatra, mulai dari Aceh, Sumatra Barat hingga Sumatra Utara.

Kini, armada kemanusiaan itu berlabuh di NTT setelah gempa bumi mengguncang wilayah utara Flores.

Pelayanan RSA Laksamana Malahayati nantinya akan dilakukan secara terintegrasi bersama jajaran PDI Perjuangan di daerah, mulai dari DPD, DPC, PAC hingga ranting.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan dan menentukan titik pelayanan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Kedatangan kapal rumah sakit ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Reok.

Penerimaan rombongan diawali prosesi adat Manggarai Kapu Tuak Curu, sebuah tradisi penyambutan sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan terhadap tamu.

Tokoh adat, relawan dan warga setempat turut hadir dalam prosesi tersebut.

Setelah ritual adat, suasana kebangsaan semakin terasa ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.

Penyerahan bantuan dan pelayanan kesehatan kemudian dilakukan secara resmi.

RSA Laksamana Malahayati tidak hanya berfungsi sebagai rumah sakit bergerak.

Kapal tersebut juga membawa berbagai kebutuhan darurat untuk masyarakat terdampak bencana.

Di dalam kapal telah disiapkan obat-obatan, peralatan medis darurat serta tenaga kesehatan yang siap memberikan pelayanan langsung kepada warga.

Selain kebutuhan kesehatan, kapal juga membawa tenda pengungsian dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Kemampuan kapal menjangkau wilayah melalui laut menjadi sangat penting mengingat masih terdapat wilayah pesisir dan pulau-pulau yang sulit diakses melalui jalur darat.

Dengan menggunakan jalur laut, pelayanan kesehatan dan bantuan darurat diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pascabencana.

Masyarakat menyambut antusias kedatangan RSA Laksamana Malahayati.

Warga pesisir menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan manfaat kehadiran kapal tersebut karena sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan layanan pengobatan setelah gempa.

Seorang tokoh masyarakat Reok yang mewakili warga terdampak menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang datang langsung ke wilayah mereka.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kedatangan Kapal RS Apung Laksamana Malahayati. Setelah gempa, banyak warga kami di pelosok dan pesisir yang kesulitan berobat karena jalur darat rusak,” ungkapnya saat menyambut kedatangan kapal di Pelabuhan Kedindi.

Ia menilai kehadiran tim medis dan bantuan logistik menjadi jawaban atas kebutuhan warga dalam situasi pascabencana.

“Kehadiran kapal ini bersama tim medis dan bantuan logistiknya sungguh menjadi jawaban atas kerinduan serta pertolongan yang sangat kami butuhkan saat ini,” lanjutnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT periode 2025–2030, Yunus Takandewa, menyambut kedatangan RSA Laksamana Malahayati sebagai bentuk nyata gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Ia menyampaikan penghargaan kepada DPP PDI Perjuangan yang bergerak cepat mengirimkan armada rumah sakit apung ke NTT.

“Atas nama seluruh jajaran partai dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang mendalam,” ujar Yunus.

Menurutnya, kehadiran RSA Laksamana Malahayati merupakan manifestasi kerja kerakyatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia memastikan jajaran PDI Perjuangan di NTT siap mengawal seluruh proses pelayanan dan penyaluran bantuan.

“DPD PDI Perjuangan NTT beserta seluruh jajaran struktur partai di daerah siap mengawal penuh, bersinergi, dan memastikan setiap helai bantuan serta pelayanan medis ini sampai dengan tepat sasaran ke tangan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan yang juga mantan Ketua Komisi IX DPR RI periode 2009–2014, dr. Ribka Tjiptaning, menegaskan bahwa misi RSA Laksamana Malahayati adalah murni kemanusiaan.

Ia mengatakan keselamatan masyarakat harus ditempatkan di atas segala perbedaan ketika bencana terjadi.

“Saat bencana terjadi, nilai kemanusiaan dan keselamatan rakyat harus menjadi yang paling utama,” tegas Ribka.

Menurutnya, pelayanan kapal rumah sakit tersebut diberikan kepada seluruh warga terdampak tanpa membedakan latar belakang.

“Kedatangan Kapal Laksamana Malahayati ini kami hadirkan langsung ke tengah warga terdampak tanpa membeda-bedakan suku, agama, status sosial, maupun pilihan politik,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh tenaga medis dan logistik yang dibawa kapal siap digunakan untuk membantu masyarakat hingga kondisi kembali pulih.

Ribka juga memberikan pesan kepada seluruh kader, tenaga medis dan relawan BAGUNA yang bertugas di lapangan.

Ia meminta seluruh personel menjaga kekompakan, kerja sama dan soliditas dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Saya minta kepada seluruh tim medis dan kader yang bertugas untuk tetap menjaga kekompakan, kerja sama, dan soliditas internal,” katanya.

Ribka juga meminta bantuan diberikan dengan ketulusan dan penuh kepedulian.

“Salurkan setiap bantuan dengan senyuman dan ketulusan. Biarlah kerja keras kita ini menjadi murni misi kemanusiaan yang membawa manfaat nyata dan ketenangan bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di NTT,” tutupnya.

Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026).

Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga serta mengganggu akses komunikasi dan transportasi darat di sejumlah titik.

Gempa susulan yang masih terjadi dan kondisi geografis yang sulit membuat sejumlah komunitas pesisir sempat mengalami keterisolasian.

Situasi itu menyebabkan kebutuhan terhadap pelayanan medis dan bantuan darurat semakin mendesak.

Dalam kondisi tersebut, jalur laut menjadi salah satu pilihan penting untuk membuka akses bantuan.

RSA Laksamana Malahayati yang kini bersandar di Pelabuhan Kedindi diharapkan dapat membantu menjangkau masyarakat terdampak, khususnya warga pesisir dan komunitas yang sulit memperoleh akses melalui jalur darat.

Kapal tersebut membawa satu pesan utama: di tengah bencana, kemanusiaan harus hadir lebih cepat daripada perbedaan. (*)

Bagikan: