Pemda Ende Sudah Realisasikan Bantuan Presiden Rp 15 Miliar Lebih, Sektor Pendidikan 7 Miliar
HARIAN FLORES. COM - ENDE -
Pemerintah Kabupaten Ende sudah merealisasikan atau menggunakan uang Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp 20 miliar untuk penanganan dampak bencana di daerah ini.
Saat ini uang yang telah direalisasikan oleh pemerintah daerah dari Bantuan Presiden sekitar Rp 15 miliar dan paling tinggi di sektor pendidikan.
Bupati Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda diwawancarai wartawan, Sabtu (12/9/2026) di posko tanggap darurat mengatakan uang Bantuan Presiden senilai Rp 20 miliar sudah direalisasikan sejak masa tanggap darurat.
"Pada masa tanggap darurat kita sudah keluarkan Bantuan Presiden hampir 15 miliar", pungkasnya.
Uang tersebut direalisasikan untuk tanggap darurat pada beberapa sektor terdampak seperti pendidikan, rumah ibadah, Dinas Kesehatan dan rumah sakit.
"Kita keluarkan untuk tanggap darurat di bidang pendidikan, rumah ibadah, Dinkes, rumah sakit dan lain - lain", imbuhnya.
Bupati mengatakan bahwa bidang atau sektor yang paling besar adalah bidang pendidikan dengan nilai sekitar Rp 6 - 7 miliar.
"Cukup banyak di pendidikan, sekitar Rp 6 - 7 miliar, rumah ibadah Rp 3 - 4 miliar", ujarnya.
Bupati menegaskan kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan kegiatan diharapkan menyalurkan dengan baik untuk membantu masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Ende, Venantius Minggu mengatakan sektor pendidikan mendapatkan Rp 7 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk pengadaan tenda darurat demi mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah yang tingkat kerusakannya berat, sedang dan berat dari TK, SD dan SMP.
"Uang itu untuk pengadaan tenda darurat untuk belajar siswa di sekolah yang tingkat kerusakan berat, sedang dan ringan dari TK sampai SMP. Lalu juga untuk sekolah yang kondisinya baik tetapi mereka tidak berani masuk dalam kelas", tandasnya.
Venantius mengatakan jumlah sekolah yang mendapatkan tenda darurat berdasarkan Reviu APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) sebanyak 227 sekolah.
Jumlah ini tentu masih kurang karena jumlah sekolah di Kabupaten Ende TK 267 sekolah, SD 333 sekolah dan SMP 93 sekolah.
"Yang dintervensi tenda untuk belajar itu dari TK - SMP hanya 277 sekolah artinya tidak semua sekolah dapatkan tenda", ucap Venantius Minggu.
Sejak tanggal 12 September 2026 malam, Kabupaten Ende telah mengakhiri masa tanggap darurat dan beralih status ke masa transisi untuk pemulihan.
Pada masa pemulihan Bupati Ende telah memerintahkan kepada BPBD Ende dan tim enumerator untuk menyelesaikan data - data kerusakan rumah.
"Kita sudah masuk pada tahap transisi untuk pemulihan jadi kita harus selesaikan data - data untuk pemulihan rumah - rumah yang rusak", kata Bupati Ende.***(WA)