Perempuan PDI Perjuangan Bantu Kelompok Rentan Terdampak Gempa di Ende
HARIAN FLORES.COM - ENDE — Perempuan PDI Perjuangan menyalurkan 100 paket bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, serta guru yang ikut terdampak bencana.
Penyaluran dilakukan di tiga lokasi, yakni Dusun Pasadoo, Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko; kompleks guru SMP Negeri 1 Maurole, Kecamatan Maurole; dan Dusun Nua Seko 3, Desa Mautenda, Kecamatan Wewaria.
Koordinator penyaluran bantuan, Ferdinandus Watu atau Nando Watu, mengatakan bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.
“Bantuan ini sebagai bentuk partisipasi, kepedulian dan rasa duka bersama ibu-ibu Perempuan PDI Perjuangan dengan warga terdampak gempa Flores,” ujar Nando saat penyerahan bantuan di Dusun Nua Seko 3, Desa Mautenda, Rabu (2/9/2026)
Nando mengatakan, pihaknya berupaya mengarahkan bantuan kepada warga yang berdasarkan informasi di lapangan belum mendapatkan bantuan sejak gempa terjadi.
Selain kebutuhan pangan, paket bantuan juga berisi sejumlah kebutuhan sehari-hari, seperti beras, susu, minyak goreng, mi instan, makanan ringan, sayuran hijau, kebutuhan bayi dan ibu hamil, serta selimut.
Menurut Nando, kondisi warga terdampak tidak hanya membutuhkan bantuan berupa kebutuhan dasar. Dukungan moral juga diperlukan karena sebagian masyarakat masih menghadapi trauma setelah bencana.
“Dalam masa tanggap darurat ini kami terus bergerak ke bawah, hadir dan ada bersama masyarakat. Selain memberikan bantuan, kami juga membangun semangat dan saling berbagi untuk trauma healing bagi warga terdampak,” katanya.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Nando juga berdialog dengan warga untuk mendengarkan keluhan serta kondisi mereka setelah gempa.
Salah seorang warga lanjut usia di Dusun Nua Seko 3, Romana Asa, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut.
Ia mengatakan, hingga lebih dari dua pekan setelah gempa, dirinya belum pernah menerima bantuan.
“Saya bersyukur dan bahagia. Sampai saat ini baru menerima bantuan. Sebelumnya belum pernah menerima bantuan. Hari ini saya senang sekali bisa menerima bantuan dari PDI Perjuangan,” ucap Romana.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak masih dirasakan di sejumlah wilayah, meskipun masa tanggap darurat telah berjalan lebih dari dua pekan.
Bantuan juga diberikan kepada para guru SMP Negeri 1 Maurole yang ikut terdampak gempa.
Salah seorang guru, Resti, mengatakan para guru juga mengalami dampak bencana. Sebagian di antaranya bahkan masih tinggal di tempat penampungan.
“Kami merasa bangga dan senang karena ada perhatian kepada para guru. Kami juga terdampak dan tinggal di tempat penampungan. Sejak gempa belum ada bantuan apa pun dari pemerintah maupun pihak lain,” ungkap Resti.
Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan Perempuan PDI Perjuangan kepada para guru yang turut menjadi kelompok terdampak.
“Kami bersyukur karena ibu-ibu Perempuan PDI Perjuangan peduli kepada kami para guru yang juga terdampak,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Mautenda, Giovani Herwin Senda, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga Dusun Nua Seko 3.
“Atas nama warga Dusun Nua Seko 3 Desa Mautenda, kami mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu Perempuan PDI Perjuangan. Kami mengapresiasi karena PDI Perjuangan selalu ada dan hadir bersama masyarakat yang berkekurangan, terutama ketika terjadi bencana,” pungkas Giovani.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memberikan dukungan psikososial bagi warga yang masih menjalani proses pemulihan pascagempa. (*)