Maumere, NTT · 21 September 2026 0 online · 17 hari ini
Terbaru
Rohani

Renungan Harian Katolik, Senin 21 September 2026 : Dipanggil Bukan Karena Layak

Redaksi  ·   ·  5 dibaca
Renungan Harian Katolik, Senin 21 September 2026 : Dipanggil Bukan Karena Layak

HARIAN FLORES. COM -
Pax Vobiscum para saudaraku yang terkasih dalam Kristus Tuhan. Setiap orang yang dipanggil secara khusus atau panggilan umum, bukan karena mereka atau kita kudus atau layak, tetapi karena KASIH Allah. Panggilan Tuhan itu penuh misteri, sulit untuk dipahami. Seperti rasul Matius yang pestanya kita rayakan hari ini.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 9: 9 - 13, yakni Matius pemungut cukai mengikut Yesus. Para saudaraku, Yesus memanggil Matius, seorang pemungut cukai yang dianggap pengkhianat dan pendosa. Dua kata sederhana “Ikutlah Aku”, cukup untuk mengubah hidupnya. Ia bangkit, meninggalkan meja cukai, dan menjadikannya meja perjamuan. Dari simbol ketamakan, berubah menjadi simbol KASIH. Panggilan itu tidak lahir dari kelayakan, melainkan dari KASIH.

Matius tidak dipanggil karena sudah suci, tetapi karena Yesus mau menyucikannya. KASIH mendahului pertobatan; panggilan mendahului perubahan. Orang Farisi marah melihat Yesus makan bersama orang berdosa. Mereka merasa lebih suci, lebih layak. Namun Yesus menegaskan: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit… Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Inilah teguran bagi kita di zaman modern. Betapa sering kita merasa saleh karena rajin berdoa, aktif di Gereja, atau taat aturan. Tanpa sadar, kita menilai orang lain: mantan narapidana, orang yang jatuh dalam dosa, mereka yang dianggap “tidak layak.” Padahal di hadapan Tuhan, tidak ada seorang pun yang sempurna.

Kesombongan rohani menjadikan kita Farisi masa kini. KASIH Allah bekerja justru di tengah ketidaklayakan. Ia memanggil bukan karena kita pantas, melainkan karena Ia adalah KASIH. Meja cukai kita, masa lalu, kelemahan, kegagalan dapat diubah menjadi meja perjamuan, tempat KASIH dan pemulihan.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku,
jangan pernah merasa diri “paling suci” hingga menghakimi orang lain. Jangan pula merasa terlalu kotor hingga menolak panggilan Tuhan. Belajarlah dari Matius: ia mau bangkit, mau diubah, mau mengikuti Yesus. Pertanyaan hidup bukanlah: “Apakah aku layak?”
Melainkan: “Apakah aku mau bangkit dan mengikut Dia?” KASIH Yesus masih mengetuk pintu HATI kita hari ini. Ia tidak menunggu kita sempurna, Ia memanggil kita apa adanya. Yang dibutuhkan hanyalah HATI yang rendah, siap diubah, dan rela berjalan bersama-Nya. Amin.

Pertanyaan Refleksi

1. Pernahkah saya merasa lebih suci atau lebih layak dibanding orang lain, sehingga tanpa sadar menghakimi mereka?

2. Bagaimana saya mengalami kasih Yesus yang memanggil dan mengubah hidup saya, meski saya penuh kelemahan?

3. Apa “meja cukai” dalam hidup saya masa lalu, kelemahan, atau kebiasaan buruk, yang perlu saya serahkan agar diubah menjadi meja perjamuan KASIH?

Selamat berefleksi

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Engkau memanggil bukan karena kami layak, melainkan karena kasih-Mu. Jauhkan kami dari kesombongan rohani, ajarlah kami rendah HATI, dan ubahlah hidup kami menjadi kesaksian kasih-Mu. Amin.

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Bagikan: