Maumere, NTT · 20 September 2026 0 online · 24 hari ini
Terbaru
Daerah

Seribu Lilin Menyala di Bukit Seburi Adonara, OMK Ritawolo Doakan Korban Gempa Flores

Redaksi  ·   ·  398 dibaca
Seribu Lilin Menyala di Bukit Seburi Adonara, OMK Ritawolo Doakan Korban Gempa Flores

HARIAN FLORES. COM- FLORES TIMUR - Suasana hening dan khidmat menyelimuti Bukit Seburi, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Senin (7/9/2026) malam. Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo menggelar Aksi Seribu Lilin sebagai bentuk solidaritas dan doa bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WITA tersebut diisi dengan doa bersama dan renungan. Ribuan lilin dinyalakan dalam suasana penuh keheningan sebagai simbol harapan, persaudaraan, dan dukungan moral bagi para korban serta keluarga yang terdampak bencana.

Ketua OMK Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo, Laurensius Kopong, mengatakan Aksi Seribu Lilin merupakan bentuk kepedulian kepada sesama yang sedang menghadapi musibah.

Menurutnya, solidaritas terhadap korban gempa tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan materi. Doa juga menjadi bentuk dukungan yang penting bagi masyarakat yang sedang berada dalam situasi sulit.

“Kegiatan ini sebagai satu aksi solidaritas bagi sesama saudara-saudari yang menjadi korban gempa. Kita tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi melalui doa sebagai bentuk kepedulian kepada para korban gempa. Doa kami diwujudkan melalui seribu lilin,” kata Laurensius.

Ia menambahkan, OMK bersama umat Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo juga berencana melakukan penggalangan dana dengan melibatkan seluruh umat di wilayah paroki. Langkah tersebut diharapkan menjadi tindak lanjut dari aksi solidaritas agar kepedulian tidak berhenti pada kegiatan doa semata.

Rangkaian Aksi Seribu Lilin dipimpin Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo, Romo Mikael Samuel Beraona, didampingi Diakon Rikar Diku, SVD dan Frater Erik Witin.

Dalam renungannya, Romo Samuel mengatakan cahaya seribu lilin merupakan simbol doa sekaligus penguatan bagi masyarakat yang menjadi korban gempa.

“Seribu lilin ini untuk mendoakan para korban gempa di Flores. Dari seribu lilin ini ada lilin penguatan untuk para korban gempa. Hanya doa yang kami panjatkan untuk para korban,” ujar Romo Samuel.

Ia mengatakan cahaya lilin yang dinyalakan secara bersama-sama menggambarkan harapan yang tetap menyala di tengah situasi sulit akibat bencana.

Melalui doa tersebut, umat berharap para korban dan keluarga terdampak diberikan kekuatan, ketabahan, penghiburan, serta keselamatan dalam menghadapi masa pemulihan.

Aksi solidaritas tersebut tidak hanya diikuti anggota OMK dan umat Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo. Sejumlah unsur masyarakat turut hadir, antara lain Kepala Desa Bukit Seburi I, Kepala Desa Bukit Seburi II, Kapolsek Adonara Barat, para tokoh adat dari delapan stasi dalam wilayah Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo, serta para Dewan Stasi.

Seluruh anggota OMK se-Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo juga mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh adat, komunitas gereja, dan orang muda dapat mengambil peran dalam memperkuat solidaritas serta mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak.

Bagi OMK Paroki Hati Kudus Yesus Ritawolo, Aksi Seribu Lilin bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Rencana penggalangan dana oleh umat paroki menjadi salah satu bentuk konkret dari semangat tersebut. Bantuan yang terkumpul nantinya diharapkan dapat disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa Flores.

Keterlibatan orang muda dalam aksi kemanusiaan juga dinilai penting. OMK tidak hanya diharapkan aktif dalam kegiatan gerejawi, tetapi juga mampu hadir dan mengambil bagian dalam persoalan kemanusiaan yang terjadi di tengah masyarakat.

Di Bukit Seburi malam itu, cahaya seribu lilin menjadi pesan sederhana namun kuat: para korban gempa tidak berjalan sendirian. Di tengah duka dan proses pemulihan, doa, dukungan moral, gotong royong, dan kepedulian sesama diharapkan menjadi kekuatan bagi masyarakat Flores untuk bangkit kembali.*(PT)

Bagikan: