Tim SAR Evakuasi Empat Warga Manggarai Timur dengan Helikopter Usai Gempa Flores
HarianFlores.com, Borong — Tim SAR Gabungan mengevakuasi empat warga Kabupaten Manggarai Timur menggunakan helikopter setelah kondisi kesehatan mereka menurun dan membutuhkan penanganan medis segera pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores.
Keempat warga tersebut dievakuasi melalui jalur udara menggunakan Helikopter Dauphin milik Basarnas pada Kamis (27/8/2026).
Menariknya, proses evakuasi medis ini dilakukan setelah helikopter yang sama menyelesaikan misi pendistribusian bantuan logistik dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Basarnas di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Usai bantuan logistik didistribusikan, Tim SAR menerima informasi dari keluarga dan pendamping warga mengenai kondisi empat masyarakat yang membutuhkan penanganan medis segera.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan keputusan untuk melakukan evakuasi udara diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan para warga serta kebutuhan mereka untuk segera mendapatkan pelayanan medis.
"Setelah proses dropping logistik selesai, tim menerima laporan bahwa terdapat empat warga yang membutuhkan penanganan medis segera karena mengalami stroke, sesak napas, asma, dan pusing berat. Dengan mempertimbangkan kondisi mereka, tim langsung melakukan evakuasi melalui jalur udara menuju fasilitas kesehatan di Labuan Bajo," ujar Fathur Rahman.
Helikopter Dauphin Basarnas kemudian membawa keempat warga tersebut menuju Labuan Bajo.
Helikopter mendarat dengan selamat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, pada pukul 13.11 WITA.
Setibanya di Bandara Komodo, keempat warga langsung mendapatkan penanganan lanjutan.
Mereka dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Pratama Komodo untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis sesuai kondisi masing-masing.
Evakuasi tersebut menjadi bagian dari upaya Tim SAR Gabungan dalam memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa Flores, terutama warga yang mengalami kondisi kesehatan dan membutuhkan akses segera ke fasilitas kesehatan.
Memasuki hari ke-14 Operasi SAR Bencana Gempa Flores, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gempa.
Personel SAR beserta berbagai peralatan pendukung tetap disiagakan di sejumlah lokasi untuk memastikan setiap permintaan bantuan dapat ditangani dengan cepat.
Kesiapsiagaan tersebut mencakup respons terhadap permintaan evakuasi maupun kebutuhan bantuan medis dari masyarakat yang terdampak gempa.
Dengan kondisi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian pascabencana, keberadaan personel dan peralatan SAR menjadi bagian penting dalam memastikan warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera memperoleh bantuan dan penanganan yang diperlukan. (*)