Maumere, NTT · 4 November 2026 1 online · 118 hari ini
Terbaru
Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Sawah Terendam Banjir, Petani Tou Timur di Ende Berharap Penanganan Permanen dari Pemerintah • Askab PSSI Ende Tunjuk Cicih M. Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flotim • Proyek Watergen di Semparong, Sikka Bersumber dari Dana PEN, Berpotensi Rugikan Negara Rp1,5 Miliar • Kejari Sikka Geledah Kantor Dinas PUPR dan Setda, Dua Boks Dokumen Pengadaan Watergen Samparong Disita • Juara dan Runner-up ETMC 2025 Kompak Absen di ETMC XXXV Flores Timur 2026 • Kapolres Ende Ajak Pelajar SMPN 1 Jadi Generasi Berkarakter, Disiplin, dan Anti-Bullying • 19 Tim Siap Bertarung di ETMC Flores Timur, 100 UMKM Gratis Berjualan, Trofi Bersejarah Perseftim Bakal Diarak Keliling Larantuka • Renungan Katolik Minggu, 1 November 2026 : Kekayaan Sejati Tidak Diukur dari Harta, tetapi dari Kedekatan dengan Allah • Sawah Terendam Banjir, Petani Tou Timur di Ende Berharap Penanganan Permanen dari Pemerintah • Askab PSSI Ende Tunjuk Cicih M. Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flotim •
Daerah

Tembus Medan Sulit, Polres Ende Bantu Warga Desa Nila Pascagempa

Redaksi  ·   ·  326 dibaca
Tembus Medan Sulit, Polres Ende Bantu Warga Desa Nila Pascagempa

HARIAN FLORES.COM – ENDE - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ende menembus medan sulit untuk menjangkau masyarakat Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.

Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla bersama jajaran Polres Ende mendatangi Desa Nila pada Rabu (30/9/2026).

Untuk mencapai permukiman warga, rombongan harus menempuh perjalanan melalui jalur laut, kemudian berjalan kaki melewati medan perbukitan.

Kehadiran jajaran Polres Ende disambut hangat masyarakat dan anak-anak Desa Nila. Dalam kunjungan tersebut, Polres Ende menyalurkan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sekolah.

Bantuan kebutuhan pokok yang disalurkan antara lain beras, minyak goreng, gula, biskuit, dan mi instan. Sementara untuk anak-anak, bantuan diberikan dalam bentuk tas sekolah dan alat tulis.

Selain menyalurkan bantuan, Polres Ende juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak serta pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan, kondisi geografis Desa Nila menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran Polres Ende untuk menjangkau masyarakat.

“Desa Nila ini memiliki kondisi geografis yang cukup menantang karena akses utamanya harus menyeberangi laut. Namun, hal tersebut tidak menghentikan niat kami untuk hadir merangkul warga,” ucap Yudhi saat menyerahkan bantuan secara simbolis di halaman Kantor Desa Nila.

Menurut Yudhi, kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dalam membantu warga yang masih menghadapi dampak pascabencana.

“Ini adalah bentuk empati, kepedulian, dan tanggung jawab moral Polri untuk merawat asa masyarakat pascabencana,” katanya.

Dalam kegiatan trauma healing, anak-anak Desa Nila diajak mengikuti permainan dan edukasi interaktif.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu anak-anak menghadapi dampak psikologis setelah mengalami bencana gempa bumi.

Sementara itu, tim medis Polres Ende memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada masyarakat. Warga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka setelah bencana.

Kapolres Ende juga mengapresiasi ketangguhan masyarakat Desa Nila yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah keterbatasan akses dan kondisi pascabencana.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas daya juang masyarakat di sini. Kami berharap bantuan serta pelayanan kesehatan ini dapat meringankan beban, memulihkan trauma anak-anak, dan mempercepat pemulihan roda kehidupan di Desa Nila,” ujar Yudhi.

Kepala Desa Nila Alexius Sado menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda NTT, Kapolres Ende, serta Bhayangkari atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

Menurut Alexius, bantuan kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat, terutama karena Desa Nila berada di wilayah dengan aksesibilitas yang terbatas.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Desa Nila. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, khususnya dalam kondisi pascabencana seperti saat ini,” imbuh Alexius.(*)

Bagikan: